Jumat, 22 Juni 2018

Pesilat Dar el Azhar Rajai Al-Mizan ”Fighter Tournament”

PENCAK silat dan pondok pesantren (Ponpes) telah dianggap sebagai satu kesatuan dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. Sebagai salah satu cabang ilmu bela diri, pencak silat dianggap sebagai salah satu bela diri yang lahir, dan berkemang di Asia Tenggara, khususnya pada kehidupan masyarakat rumpun melayu.

Di Indonesia perkembangan silat secara mulai tercatat ketika penyebarannya banyak dipengaruhi oleh kaum penyebar agama Islam pada abad ke-14 di nusantara. Kala itu pencak silat diajarkan bersama-sama dengan pelajaran agama di surau atau di pondok-pondok pesantren dan menjadi bagian dari latihan spiritual.

Sebagai salah satu ponpes ternama di Kabupaten Lebak, Ponpes Dar el Azhar telah sejak lama membekali para santri dan santriwatinya dengan ilmu bela diri pencak silat baik untuk pembelaan diri, serta untuk mengikuti berbagai turnamen.
Gemblengan dan pola latihan yang diberikan baik oleh para pelatih maupun seniornya selama ini telah membuktikan pesilat-pesilat Ponpes Dar el Azhar mampu menorehkan berbagai prestasi membanggakan baik bagi ponpes maupun bagi daerah Lebak dan Banten, bahkan salah satu pesilatnya telah mewakili Indonesia di ajang kejuaraan pencak internasional.

Seolah tak cukup dengan prestasi yang telah ditorehkan selama ini, pesilat-pesilat Dar el Azhar kembali mengukir prestasi membanggakan dengan menjadi juara umum pada Al-Mizan Fighter Tournament (Al-Fata) yang diselenggarakan oleh perguruan beladiri Al Mizan di Pondok Pesantren Al Mizan, Lebak (3-5/2/2018) lalu.

Pada ajang yang digelar untuk memperingati milad ke-25 Pondok Pesantren Al Mizan itu, sebanyak 27 lembaga pendidikan mulai dari ponpes serta sekolah-sekolah lainnya yang berada di Provinsi Banten, saling bertarung untuk menjadi yang terbaik. Atlet pesilat Dar el Azhar, Jais Febrian mencatatkan prestasi terbaik dan meraih medali emas nomor tunggal untuk tingkat SLTP/MTs. Tiga rekannya yang bertarung untuk tingkat SLTA/MA yaitu Arizal, Tb. Sulton, dan Wildan, berhasil mempersembahkan medali emas pada kelas tunggal baku, kelas D dan kelas F.

Selain raihan empat medali emas, pesilat Dar el Azhar juga berhasil meraih lima medali perak melalui Habib (kelas B tingkat SMP/MTs) dan Masruri kelas D SMP/MTs), serta Prima (Kelas A SLTA/MA, Qurtubi (kelas E SLTA/MA) dan Jalaludin (kelas G SLTA/MA). Sementara itu dua medali perunggu dipersembahkan oleh Reska (Kelas SLTP/MTs) dan Hadi pada kelas C tingkat SLTA/MA.
Dengan raihan 4 medali emas, 5 perak, dan 2 perunggu, atlet pesilat Tapak Suci Ponpes Modern Darel Azhar Rangkasbitung juga dinyatakan sebagai juara umum di event tersebut.

”Atas nama keluarga besar Ponpes Modern Dar el Azhar, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang sangat tinggi bagi putra/i kami yang telah berhasil mengharumkan nama Ponpes pada ajang Al-Fata. Semoga keberhasilan itu bisa menambah motivasi bagi santri lainnya untuk bisa mencapai prestasi di berbagai bidang yang mereka geluti,” kata Pimpinan Ponpes Modern Dar el Azhar, KH. Ikwan Hadiyin kepada Kabar Banten. (Dini Hidayat)***


Sekilas Info

Wisatawan Serbu Pantai Sawarna dan Bageudur

MASSA libur panjang, seperti halnya libur Hari Raya Idulfitri sering dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melakukan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *