Peserta Kurang 18.000 Jiwa, Anggaran JKN Bisa tak Terserap

CILEGON, (KB).- Kantor BPJS Kesehatan Cabang Kota Cilegon memprediksi, jika anggaran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) 2019 tidak akan terserap 100 persen. BPJS menduga akan muncul silpa Rp 1,7 miliar, karena jumlah peserta Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Kota Cilegon masih kurang 18.000 jiwa.

Kepala Kantor BPJS Kesehatan Cabang Kota Cilegon Aang Muhamad Muhyi mengatakan, salah satu sebab kurangnya jumlah warga yang terdaftar layanan JKN, karena adanya penonaktifan kartu peserta JKN. Hal tersebut dilakukan, karena para peserta tidak masuk basis data terpadu (BDT) Kementerian Sosial (Kemensos). “Ini terindikasi salah satu penyebab kurangnya peserta JKN di Kota Cilegon,” katanya, akhir pekan lalu.

Kurangnya jumlah kepesertaan membuat dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Pemkot Cilegon 2019 senilai Rp 9,3 miliar tidak terserap sempurna. Menurut dia, hal tersebut, cukup disayangkan, karena 18.000 jiwa masyarakat Kota Cilegon belum menerima layanan JKN.

Menurut dia, sejak Agustus lalu memang jumlah peserta JKN di Kota Cilegon terdata di bawah 95 persen. Hal tersebut menimbulkan persoalan lain, yakni hilangnya layanan pengaktifan langsung peserta JKN.

“Kami dengan Pemerintah Pusat kan telah menjalin perjanjian, jika suatu daerah jumlah kepesertaan JKN sebanyak 95 persen, maka peserta yang didaftarkan pemerintah akan langsung diaktifkan. Tapi, di Cilegon sejak Agustus lalu jumlah kepesertaan JKN di bawah 95 persen. Ini membuat layanan pengaktifan cepat ditunda,” ujarnya.

Untuk itu, dia berharap, Pemkot Cilegon melalui dinas terkait untuk memperkuat pendataan penduduk yang layak untuk diikutsertakan pada layanan JKN. Khususnya warga yang didaftarkan oleh Pemkot Cilegon atau penduduk daftar (PD) pemda.

“Saya harap, pemutakhiran data penerima JKN di Kota Cilegon terus dilakukan. Sayang sekali masih ada 18.000 warga Cilegon belum didaftarkan menjadi peserta JKN oleh Pemkot Cilegon,” ucapnya.

Sementara itu, Staf Pemasaran Kantor BPJS Kesehatan Kota Cilegon Regi Fauzan menuturkan, jumlah peserta JKN Kota Cilegon di Oktober ini bertambah 7.000 jiwa. Hal tersebut, setelah Pemprov Banten mendaftarkan 7.000 warga Cilegon untuk mendapatkan layanan JKN. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here