Peserta Kukerta UIN SMH Banten Ikuti Pembekalan

RIBUAN peserta Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten mengikuti pembekalan lapangan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Senin (15/7/2019).

Tema yang diusung dalam Kukerta kolaborasi tersebut yaitu pemberdayaan masyarakat berbasis zona rawan bencana dan potensi bencana.

Kukerta tersebut terdiri atas Kukerta tematik revolusi mental, Kukerta internasional (Malaysia), dan Kukerta nusantara (Papua), dan Kukerta local meliputi Kabupaten Serang, Pandenglang, dan Lebak.

“Dua hari sebelumnya sudah kami umumkan nama-nama kelompok beserta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan daerahnya. Nah kali ini sosialiasi bagaimana caranya nanti merealisasikan program yang akan dicanangkan oleh peserta dengan penentuan potensi sosio geografis daerah tersebut,” kata Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) pada LP2M Maskur.

Masykur mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan visi misi atau program yang pasti bisa diterapkan oleh peserta Kukerta.

“Banyak hal yang sudah kami beri contoh. Seperti ekonomi kreatif, penanggulangan bencana, penanaman bibit pohon bakau, sampai tata cara bersosialisasi kepada masyrakat yang benar dan baik itu seperti apa dijelaskan disini,” katanya.

Masyur mengungkapkan, ada tiga nilai yang akan berkolaborasi antara pihaknya dengan Kemenko PMK RI, yaitu Indonesia bersatu, Indonesia bersih, Indonesia melayani.

“Kami berkolaborasi dengan nilai itu karena ada beberapa wilayah yang masih rawan dengan bencana dan syarat akan konflik sosial, pendidikan, dan kebersihan atau lingkungan, seperti di daerah Banten Selatan, yaitu Sumur, Ujung Jaya, Tanjung Lesung, Panimbang, Carita, dan Labuan. Bukan hanya tsunami, tapi ada banjir, longsor, dan lainnya,” tuturnya.

Diketahui, kegiatan yang digelar di Aula lt. 2 Syadjli Hasan Kampus UIN SMHB tersebut dihadiri perwakilan UIN Sunan Ampel, IAIN Fatahul Muluk Jayapura, Kemenko PMK Jakarta, dan BNPB Jakarta.

Perwakilan dari Kemenko PMK RI Rumadi Ahmad mengatakan, kegiatan Kukerta revolusi mental itu sarat akan lima nilai, yaitu Indonesia bersatu, Indonesia bersih, Indonesia melayani, Indonesia Mandiri dan Indonesia tertib.

Gerakan Indonesia Bersatu, kata dia, dapat dilakukan apabila elemen masyarakat dengan latar belakang beragam bisa digabungkan tanpa sekat perbedaan.

“Apa yang terjadi di kegiatan Kemah Kampung Damai merupakan salah satu upaya untuk membangun Indonesia Bersatu. Keanekaragaman, kebinnekaan, dan prularitas yang kita miliki itu sama-sama dijahit sebagai sebuah kekuatan bangsa,” kata Anggota Gugus Tugas Nasional Revolusi Mental ini.

Ia menuturkan, Program Gerakan Indonesia bersih ini fokus pada peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat lingkungan keluarga, satuan pendidikan, satuan kerja, dan komunitas, peningkatan sinergi penyediaan sarana dan prasarana yang menunjang perilaku hidup bersih dan sehat.

“Pengembangan sistem pengelolaan sampah yang holistik dan terintegrasi termasuk kali bersih, sarana dan prasarana pelayanan publik, deregulasi, pemberian kemudahan bagi perusahaan di swasta atau lembaga yang melakukan pengelolaan sampah. Mengutamakan peran serta masyarakat di dalam menunjang perilaku bersih dan sehat dan peningkatan penegakan hukum di bidang kebersihan dan kesehatan lingkungan,” tuturnya. (Azzam/Rifki)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here