Minggu, 18 November 2018

Peserta CASN tak Penuhi Kuota, Pemkab Serang Ajukan Sistem Rangking

SERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang berencana mengajukan sistem rangking ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN) untuk memenuhi kuota calon aparatur sipil negara (CASN) sebanyak 422 orang. Hal tersebut dikarenakan dari 9.995 peserta yang mengikuti seleksi kompetensi dasar (SKD) melalui sistem computer assisted test (CAT), hanya 195 orang yang lulus passing grade.

Kasubag Data dan Informasi pada BKPSDM Kabupaten Serang, De Safari Natadikarya mengatakan, hingga hari terakhir pelaksanaan CAT pada Kamis (8/11/2018), dari 9.995 peserta hanya 195 orang yang lulus passing grade, sedangkan yang tidak hadir dalam pelaksanaan tes tersebut, mencapai 426 orang peserta. “Total yang hadir 9.569 peserta,” katanya, Jumat (9/11/2018).

Ia menuturkan, untuk saat ini tim pansel sedang melakukan rapat. Rapat tersebut membahas tentang minimnya peserta yang lolos. “Belum tahu juga formasi mana yang paling banyak, soalnya pansel masih rapat,” ujarnya.

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang, Tubagus Entus Mahmud Sahiri bersyukur, jumlah pendaftar CASN di Kabupaten Serang terbanyak di antara kabupaten/kota lain se-Banten. “Dari 12.040 yang daftar 9.995 memenuhi syarat. Dari jumlah itu ada sekitar 400 yang enggak hadir, dari sana selama 11 hari hanya 195 yang lulus passing grade-nya, sedangkan kuota 422 orang jadi tidak terpenuhi,” ucapnya.

Oleh karena itu, tutur dia, pihaknya dari Pemkab Serang berharap, ada kebijakan dari Pemerintah Pusat, untuk menggunakan data CAT berdasarkan rangking. “Kenapa demikian, karena data ini sudah ada di publik. Sehingga, kalau dirangking nilai keadilannya akan terpenuhi dan rangking ini untuk masing-masing formasi,” katanya.

Dengan demikian, dari rangking tersebut, mereka akan masuk ke seleksi lanjutan di SKB. “Mudah-mudahan ini diamini oleh Pemerintah Pusat atau Panselnas. Kalau usulan dari kemarin sudah disampaikan kepada Panselnas, BKN, dan BPKP yang memantau jalannya seleksi di Kabupaten Serang. Nanti akan tertulis juga,” ujarnya.

Ia mengatakan, fenomena banyaknya yang tidak lulus passing grade tersebut, terjadi secara nasional. Ia menduga, standar yang diberlakukan terlalu tinggi. “Yang jelas ini secara nasional hampir tidak ada daerah yang terpenuhi kuotanya. Bahkan, ada yang di luar Jawa satu pun enggak lulus,” ucapnya. Namun yang membanggakan, tutur dia, dari sisi penyelenggaran Kabupaten Serang mendapatkan apresiasi dari BPKP dan BKN. “Kami lebih tertib dan teratur pelaksanaannya,” katanya. (DN)*


Sekilas Info

Kegiatan Reses Dewan Diawasi

SERANG, (KB).- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banten menerjunkan petugas untuk mengawasi kegiatan reses, kegiatan tersebut rawan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *