Peserta BPJS Kesehatan Turun Kelas, Dinkes Dorong RS Sesuaikan Fasilitas Pelayanan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang mendorong rumah sakit (RS) di Kabupaten Serang untuk menyesuaikan pemenuhan fasilitas pelayanan masyarakat. Hal tersebut sebagai antisipasi banyaknya peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang turun kelas akibat adanya rencana penerapan kenaikan premi pada Januari 2020.

“Kami mendorong RS yang ada di Kabupaten Serang dalam pemenuhan fasilitas untuk pelayanan masyarakat, karena ini untuk antisipasi banyaknya peserta BPJS Kesehatan yang turun kelas, karena kenaikan iuran,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang Wahyu Suwardi kepada Kabar Banten, Kamis (5/12/2019).

Apalagi, lanjut dia, untuk pemenuhan ruangan rawat inap yang ada di setiap RS. Terutama bagi pemenuhan kamar rawat inap untuk kelas III yang menjadi prioritas. Sebab, dikhawatirkan akan banyak peserta yang turun kelas dari kelas I atau II ke kelas III, karena total iuran yang sangat tinggi.

“Khawatir banyak yang memilih turun kelas ke kelas III. Kan BPJS Kesehatan juga belum tahu berapa jumlah warga Kabupaten Serang yang turun kelas ke kelas II atau kelas III,” ucapnya.

Ia menuturkan, selama ini lebih banyak warga atau pasien yang memenuhi ruangan atau kamar untuk peserta BPJS Kesehatan kelas III, sehingga baik RS swasta maupun milik pemda banyak memprioritaskan jumlah ruangannya untuk kelas III. Ke depan diharapkan akan ada pemenuhan dalam penyediaan fasilitas ruangan untuk kelas III.

“Untuk turun kelas itu kan bebas, itu hak masyarakat. Kami tidak bisa meminta warga untuk pindah kelas, karena mereka sifatnya mandiri bukan dibayarkan oleh pemerintah. Hanya saja kami tetap membantu dalam mendorong pemenuhan pelayanan dan fasilitasnya kepada RS,” tuturnya.

Selain itu, tidak hanya masalah pemenuhan fasilitas RS, dia mengatakan, sejauh ini juga untuk pemenuhan atau keberadaan RS di Banten sudah cukup baik. Hanya saja penyebarannya tidak merata. Kebanyakan jarak rumah sakit dengan lingkungan warga jauh, sehingga warga juga sedikit kesulitan untuk mendapatkan penanganan kesehatan. Apalagi RS yang ada di wilayah Kabupaten Serang.

“Ke depan kan Kemenkes juga berencana untuk menjadikan Puskesmas itu menjadi pratama atau Puskesmas rawatan. Jadi, insyaallah bisa membantu yang banyak turun kelas itu,” ujarnya. (Tresna Mulyanawati)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here