Pesawat Lion Air JT 610 Jatuh, Sebelum Berangkat ke Pangkal Pinang Sahabudin Lakukan Hal tak Biasa

Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah saat berkunjung ke rumah Sahabudin, Rabu (31/10/2018). Sahabudin warga Kabupaten Serang yang merupakan satu dari 189 orang penumpang pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Perairan Karawang pada Senin (29/10/2018).*

Sahabudin yang merupakan satu dari 189 orang penumpang pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Perairan Karawang pada Senin (29/10/2018) melakukan hal tak biasa sebelum bertolak ke Pangkal Pinang. Hal tersebut diungkapkan oleh istri korban, Rismayanti dan buah hatinya, Angga Purnama saat Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah bersama unsurnya melayat ke rumah duka, Rabu (31/10/2018).

Rismayanti mengatakan, sebelum berangkat ke Pangkal Pinang pada Ahad (28/10/2018), Sahabudin sering bertingkah hal tak biasa. “Jadi, pas hari itu, tiba-tiba saja semua rumah dibersihkan pas Ahad itu. Kamar atas semua debunya dibersihkan. Padahal, itu enggak pernah dilakukan selama ini,” katanya kepada Kabar Banten saat ditemui di rumahnya.

Mengenai perkembangan pencarian korban, Risma menuturkan, hanya menunggu informasi dari pihak kepolisian, sedangkan semua yang dibutuhkan oleh tim pencari sudah diberikan seperti sampel DNA. “Karena, saya ingin segera dapat kepastian. Informasi terakhir belum ada kabar, karena kami menunggu nanti dikonfirmasi dari kepolisian,” ujarnya.┬áSelama ini, tutur dia, meski bertugas di Pangkal Pinang sejak 2013 lalu, namun suaminya tersebut rajin pulang ke rumahnya. “Biasanya bapak pulang dua minggu sekali, tapi kalau ada rapat di Jakarta mampir ke sini,” ucapnya.

Anak pertamanya, Angga Purnama (18) menuturkan, sempat mendapatkan pesan khusus dari ayahnya. “Ayah bilang hidup jangan mengandalkan ayah, harus mandiri, selama ayah hidup semua keputusan aa (Angga) ayah dukung. Biasanya enggak bilang gitu, tapi tiba-tiba bilang gitu di pesan WA (WhatsApp),” katanya.

Baca Juga: Pesawat Lion Air JT 610 Jatuh di Karawang, Warga Serang Belum Ditemukan

Sementara, Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah yang mengunjungi keluarga korban mengatakan, pada saat kejadian, dia sedang berada di luar kota. Namun, kemudian dia langsung mengecek ke pemda. “Karena, memang biasanya di akhir tahun itu banyak undangan dari kementerian di luar provinsi. Ternyata ada undangan ke Pangkal Pinang, tapi dinas kami tidak menerima suratnya. Terus saya minta cek ke pak camat ternyata ada warga kami di sini yang jadi korban,” ujarnya.

Ia menyatakan ikut berdukacita yang teramat dalam dengan adanya peristiwa tersebut. “Saya dan unsur pemda mendoakan semuanya, semoga yang meninggal diterima Allah SWT terus yang belum ditemukan bisa segera dan yang ditinggalkan bisa tabah,” ucapnya.

Ia sempat berbincang dengan istri korban, berdasarkan keterangannya sampai saat ini, Sahabudin belum ditemukan. “Tadi ada tiga putranya yang kecil SD kelas satu, ada yang mau masuk SMP, dan mau masuk kuliah. Saya bilang sekolahnya jangan terganggu, saya siap membantu di pemda,” tuturnya. (Dindin Hasanudin)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here