Rabu, 26 September 2018

Pesantren Riyadul Awamil Baros Terbakar, 241 Kobong Ludes Dilalap Sijago Merah

SERANG, (KB).- Pesantren Riyadul Awamil di Kampung Cangkudu RT 10/02, Desa Sukamanah, Kecamatan Baros terbakar pada Ahad (16/9/2018) sekitar pukul 08.30 WIB. Sebanyak 241 kobong (kamar) di pesabtren tersebut ludes dilalap sijago merah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kabar Banten, kebakaran yang terjadi sekitar pukul 08.30 WIB ini diduga berawal dari adanya korsleting arus listrik. Percikan api tersebut kemudian membesar dan menghabiskan bangunan Kobong yang terbuat dari bilik dan welit tersebut.

Pada saat kejadian, para santri sedang berada di kamar masing-masing. Namun ketika melihat api, mereka pun langsung berhamburan keluar dan berhasil menyelematkan diri. Warga sekitar kemudian langsung memadamkan api yang semakin membesar. Namun karena bangunan hanya terbuat dari anyaman bilik, membuat api dengan cepat melalap habis kobong.

Salah seorang pengasuh pesantren, Oni Syahroni, mengatakan, kebakaran tersebut telah menyebabkan sekitar 241 kamar ludes terbakar. Walau demikian tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Awalnya justru kurang tahu, api tiba-tiba sudah di atas kobong,” ujarnya kepada Kabar Banten di lokasi kejadian.

Ia mengatakan, tidak ada satu pun barang-barang yang selamat dalam kebakaran itu. Bahkan semua kitab yang selama ini telah digunakan untuk belajar pun turut ludes terbakar.

Oni menuturkan, walau api telah melalap habis bangunan pesantrennya namun dipastikan kegiatan belajar mengajar tidak akan terhenti. Sebab masih ada beberapa bangunan lain yang bisa dijadikan tempat untuk belajar. “Enggak berhenti, masih ada majelis ta’lim soalnya,” katanya.

Ia mengatakan, pesantren yang terbakar ini merupakan salah satu pondok tertua di Banten. Oleh karena itu, dirinya berharap pesantren ini bisa segera mendapatkan bantuan dan bisa berdiri kembali. Agar kegiatan belajar mengajar bisa berjalan seperti biasa. “Sekitar Tahun 1800 dibangunnya,” ucapnya.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma mengatakan, selain kobong yang turut terbakar, dalam peristiwa itu ada dua unit sepeda motor. “Sebanyak 12 komplek kondisinya rusak berat. Satu unit majelis rusak sedang, rumah pemilik rusak ringan dan semua perlengkapan pribadi santri hangus,” ujarnya.

Mendapati laporan tersebut, pihaknya pun langsung mengirimkan Satu unit Damkar sekitar pukul 09.00 WIB. Kemudian menambah satu unit dan menurunkan tim reaksi cepat. “Api padam sekitar pukul 09.30 WIB,” katanya. (DN)*


Sekilas Info

HUT ke-492 Kabupaten Serang, Pemkab Serang Akan Pamerkan Inovasi di Pasar Rakyat

SERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang berencana memamerkan puluhan inovasi dari organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *