PESAN UNTUK PARA PEMENANG

Petama-tama saya ingin mengucapkan selamat atas terpilihnya Bapak/Ibu melalui penghitungan quick count, dan menyusul penetapan hasil penghitungan KPU yang Insya Allah dalam sejarahnya tidak meleset jauh dari penghitungan tim independen yang diorganisasi oleh para relawan kita.

Secara revolusioner Abraham Lincoln pernah mengatakan, dalam perjalanan politik modern, selepas pemilu berakhir maka berlangsunglah perbudakan massal secara struktural. Tentu kita menghendaki bahwa apa-apa yang diprediksi Lincoln itu tidak terjadi di ranah Banten. Karena pada hakikatnya, anugerah kepemimpinan adalah amanat yang diberikan Tuhan agar dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, dicari ilmunya, dan diraih keberkahannya.

Provinsi Banten adalah daerah yang bersentuhan langsung dengan ibukota Jakarta. Ucapan selamat sudah disampaikan dari para elit di ibukota, mengingat selama beberapa bulan para kandidat telah menguras tenaga, pikiran, serta kekayaan yang mereka miliki. Mereka telah melewati masa-masa berat, serta membiarkan diri mereka menjadi bahan sorotan utama, baik bagi yang mendukung dan menyanjung, juga bagi yang menentang dan mencaci-maki.

Saya ingin mengingatkan satu hal yang termaktub dalam Alquran, yakni kitab suci yang akan diletakkan di kepala Bapak/Ibu pada saat pelantikan nanti. Bahwa hakikat kekuasaan itu hanya milik Allah. Ia memberikan kekuasaan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, tetapi juga berhak mencabut kembali kekuasaan itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya.

Sejarah telah mencatat dalam perjalanan kepemimpinan Banten, jika Allah menghendaki kepemimpinan itu selesai, maka tidak memerlukan waktu bulan atau tahun lagi, hanya mengatakan sesuatu itu terjadi maka ‘terjadilah’ (kun fayakun).

Karena itu, berhati-hatilah dengan amanah kepemimpinan ini. Masyarakat Banten sudah menyempurnakan ikhtiar untuk memilih pemimpin terbaik di antara yang baik. Meskipun mereka hanya mengenal sepotong-sepotong tentangtrack records maupun perjalanan sejarah hidup Bapak/Ibu. Tapi satu suara dari pilihan kami merupakan representasi harapan masyarakat Banten, baik yang disinari dengan sikap optimistis maupun yang merasa cemas dicekam ketakutan dan kegelisahan.

Jangan lupa bahwa kami memilih Anda, dikarenakan percaya bahwa Anda akan sanggup mengemban tanggung jawab bagi perubahan Banten ke depan, dengan penuh kecerdasan dan kedewasaan, bukan dengan mengumbar kebencian dan ketakutan.

Kami menghendaki bahwa sanjungan dan pujian yang dilekatkan untuk provinsi kita tercinta, akan terwujud secara nyata di bawah kepemimpinan Anda. Kami tidak menghendaki pemujaan yang kamuflase belaka, atau pencitraan yang dibikin-bikin menurut catatan-catatan statistik palsu yang bersifat menipu dan mengelabui masyarakat.

Sengaja kami memilih Anda, karena kami percaya bahwa Anda akan mampu mengenyahkan rasa cemas dan takut dalam hati dan sanubari kami. Andalah figur pemimpin yang kami percaya bahwa Anda akan sanggup menahan diri, berkaca-diri, serta sanggup menjaga jarak dari kekuatan-kekuatan mereka yang menganggap jabatan sebagai inkubator untuk menghimpun kekuasaan dan kekayaan duniawi semata, baik bagi kepentingan diri, kroni, dinasti, maupun demi klik kepentingan kelompok dan golongan partainya semata.

Pada saat Anda bertugas memegang kendali kepemimpinan nanti, mulailah berangkat dengan penuh keberanian menegakkan keadilan, menata perubahan dan transformasi Banten sesuai dengan tuntutan zaman, dengan penuh ketegasan dan kearifan. Di belakang Anda akan menyambut jutaan rakyat Banten yang mendukung kebijakan Anda.

Jika Anda memutuskan pilihan untuk memihak kaum elit, niscaya Anda akan dimusuhi oleh jutaan rakyat. Tetapi jika memihak kepentingan rakyat, niscaya kaum elit itu akan hanyut oleh arus keteladanan dan kebijakan yang Anda torehkan.

Jadikan diri Anda sebagai cermin dan teladan di hadapan mereka, tampakkan sikap dan prilaku Anda yang jujur, adil dan manusiawi di hadapan mereka. Jangan merasa takut dibilang pamer ataupun riya, karena hakikat keteladanan pemimpin ibarat kualitas dari sedekah dan sikap dermawannya.

Tidak jarang Rasulullah memperlihatkan sikap dan teladannya di hadapan para sahabat, beliau pernah mengatakan bahwa hakikat sedekah tetap akan mendapat imbalan dari pahala kebaikannya, baik yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.

Jutaan rakyat Banten akan terimbas oleh pengaruh keputusan dan pilihan politik Anda. Bahkan oleh prioritas terpenting ataukah keperluan sekadarnya yang harus Anda kesampingkan dengan penuh keberanian. Anda pasti akan dihadapkan oleh berbagai kegusaran dan kebingungan menentukan prioritas itu. Di sekeleling Anda banyak pembisik-pembisik yang berbuat dengan tulus, tapi tidak jarang yang kasak-kusuk berbasa-basi dengan dalih ‘kearifan lokal’ demi untuk memuluskan hasrat, keinginan dan hawa nafsunya pribadi.

Kalaupun Anda merasa gusar karena kepentingan anak, menantu, mertua, ipar, suami, istri yang menuntut kesitimewaan dalam kedudukan jabatan maupun proyek, maka menolehlah ke belakang. Ingatlah pada jutaan rakyat marjinal Banten yang pernah memilih dan mendukung Anda. Mereka turut serta berdoa atas kemenangan Anda, serta menaruh harapan akan perubahan Banten hanya di pundak Anda.

Jikapun arus kepentingan politik ibukota menyeret Anda agar terperosok pada kubangan lumpur duniawi yang memabukkan, maka sekali lagi, tengoklah ke belakang. Jutaan rakyat Banten telah mempercayai Anda sebagai satu-satunya kandidat yang memiliki imunitas agar mampu menahan diri dari segala godaan dan rayuan duniawi.

Pada saat kampanye lalu, Anda pun berkali-kali menegaskan bahwa jabatan kepala daerah hanyalah ladang pengabdian, yang harus memberikan teladan pada nilai-nilai kebenaran dan keadilan. Jika Anda mengkhianati apa-apa yang telah Anda sampaikan, dan telah direkam dalam memori jutaan rakyat, saya khawatir bahwa doa-doa yang telah dipanjatkan akan berubah seketika, serta berbalik menjadi bumerang dan kutukan yang dapat mencelakakan hidup Anda.

Sekali lagi saya katakan, tulisan ini adalah pesan yang disampaikan sebagai representasi dari rakyat Banten yang memilih dan memberi kepercayaan kepada Anda sebagai figur yang layak menjadi kepala daerah di Banten ini.

Selama ini Anda telah menunjukkan idealisme yang cukup tinggi, menyuarakan citra kemandirian, menjanjikan transformasi dan perubahan, hingga kami percaya dan memilih Anda sebagai “juru bicara” untuk membela kepentingan dan cita-cita kami.

Tidak banyak tuntutan yang kami ajukan kepada Anda. Kami hanya menginginkan Anda harus belajar dari sejarah. Kami tidak menghendaki Anda terjatuh ke lubang galian yang sama, oleh karena Anda sendirilah yang menggali lubang tersebut. Kami hanya mengharapkan Anda memiliki kepekaan dan kepedulian kepada realitas masyarakat Banten yang harus Anda cintai dan layani dengan sebaik-baiknya.

Selama beberapa bulan kami telah menikmati keakraban dengan Anda sebagai salah seorang kandidat. Kami belum sepenuhnya mengetahui kemampuan Anda dalam menyelaraskan ucapan, sikap, dan tindakan yang akan Anda tunjukkan kepada masyarakat. Jika Anda memenuhi harapan kami, maka Anda telah membuktikan kejujuran dari sikap Anda, sedangkan kesuksesan dan kemuliaan sudah pasti diraih dalam kehidupan Anda.

Tetapi jika Anda mengecewakan dan membohongi kami, maka Anda sendirilah yang menggugurkan kepercayaan kami, hingga Anda akan berhadapan dengan tudingan masyarakat bahwa Anda telah “gagal” menjadi pemimpin yang baik.

Kita tidak menghendaki adanya penguasa Banten yang mengulang sejarah kegagalan itu, sebagai bahan lelucon dan guyonan yang ditulis dan diabadikan oleh para sastrawan, serta dipertontonkan kepada khalayak sebagai bacaan yang mendidik dan menginspirasi kaum terpelajar: bahwa Anda bukanlah tipikal pemimpin yang layak dipercaya dan diteladani. Sekali lagi, kami tidak menghendaki itu.

Bukalah ruang pemberdayaan bagi masyarakat Banten, hingga mereka mampu mewujudkan impian mereka, tanpa diliputi ketakutan dan kegelisahan. Bukalah akses yang seluas-luasnya, dan seadil-adilnya, hingga masyarakat Banten dapat menikmati apa-apa yang mereka usahakan, bukan semata-mata menjadi penonton di kampung halaman sendiri.

Saya dan segenap pengasuh pesantren senantiasa berdoa agar para pemimpin Banten berpijak dalam koridor kebaikan dan keikhlasan untuk mengabdi dan beramal bagi pelayanan masyarakat dengan sebaik-baiknya.

Karena pada prinsipnya, amal kebaikan yang ditorehkan seorang pemimpin akan berdampak pada kebaikan umat, yang buahnya dapat dipetik bagi kebaikan dan kemuliaan dirinya, baik di dunia maupun di akhirat.Amin ya rabbal alamin. (Eeng Nurhaeni/Pendiri dan Pengasuh Ponpes Al-Bayan, Alfafa,  dan Tahfidzul Quran “Lafifa”)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here