Minggu, 21 Oktober 2018

Pesan Tuan Guru Bajang Untuk Para Santri di Banten

SERANG, (KB).- Tuan Guru Bajang Dr. H. Muhammad Zainul Majdi, MA memberikan tausiyah di hadapan ratusan santri Pondok Pesantren Daar El Istiqomah dan para ulama Kota Serang, Jumat (4/5/2018) pagi.

“Santri jangan pernah melupakan apa yang telah diberikan oleh pondok pesantren kepadanya. Terus ingat dan kenang jasa pesantren kepada kalian kapan pun dan di manapun,” kata TGB.

Pantauan kabar-banten.com, para santri Pondok Pesantren Daar El Istiqomah Kota Serang telah memenuhi aula pesantren tersebut sejak pukul 03.00 WIB dini hari. Mereka menunggu kedatangan TGB sambil berzikir, dan sebagian menjalankan salat sunah.

TGB mengungkapkan enam pesan untuk para santri. Pertama, tantangan para santri saat ini semakin besar. Dan, tantangan tersebut harus dihadapi. “Senjata yang paling baik untuk menghadapi tantangan tersebut adalah dengan ilmu dan takwa,” kata TGB.

Kedua, iman tidak hanya menyelamatkan manusia di akhirat. Akan tetapi lebih dari itu, keimanan justru untuk membangun optimisme membangun akhirat. Ia pendorong paling kuat untuk berbuat baik di dunia sebagai bekal akhirat.

Ketiga, pesantren tidak hanya tempat belajar, tapi tempat anak-anak bangsa dididik budi pekerti. “Tidak pernah ada santri tawuran. Sebab, pesantren menanamkan nilai. Jika santri bersaing, maka bersaingnya dengan cara yang baik. Semangat kompetisi yang baik, bukan kopetisi busuk. Di sini ukhuwah kuat. Persaudaraan agama, persaudaraan dalam bernegara, dan persaudaraan antar sesama manusia,” ujarnya.

Menurut dia, sekarang ini zaman disruptif, serba tiba-tiba. Oleh karena itu, perlu resiliensi/ketahanan yang dalam bahasa pesantren disebut kesabaran dan keistiqomahan.

Keempat, pesantren tanpa teori pendidikan. Tapi ia terbukti sebagai lembaga pendidikan yang bertahan sepanjang masa.

Kelima, santri harus bangga sebagai santri. “Laisa iftikharan walakin tahaddusan (bukan bentuk kesombongan, tapi sebagai wujud rasa syukur),” tambahnya.

Sebab, kata dia, selama ini santri telah diajarkan hidup dengan nilai. Nilai yang sudah bagus hendaknya dilengkapi dengan pengetahuan yang sesuai dengan tantangan zaman.

Keenam, Indonesia berhutang budi kepada pesantren. Dengan adanya pesantren, anak-anak bangsa terjaga dan terlindungi dari minuman keras, narkoba dan lain-lain. Oleh karena itu, kewajiban kita bersama untuk menjaga pesantren. “Pesantren adalah aset umat, sekaligus benteng kekuatan bagi Indonesia,” imbuhnya. (SY)*

Pesan terakhir TGB dlm Tabligh Akbar di Ponpes Modern Daar El Istiqomah Kesawon Kota Serang:

“Santri jangan pernah melupakan apa yang telah di berikan oleh pondok pesantren kepadanya, terus ingat dan kenang jasa pesantren kepada kalian kapanpun dan dimanapun”

Serang, Jum’at, 4 Mei 2018 (18 Sya’ban 1439 H)


Sekilas Info

Melalui Baznas Banten, Wali Murid Alumni TK Tirtayasa Bantu Korban Bencana di Sulawesi Tengah

SERANG, (KB).- Wali Murid Alumni TK Tirtayasa Kota Serang memberikan bantuan untuk korban bencana di Sulawesi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *