Perwal Truk Masih Tunggu Konsultasi

Hingga saat ini revisi Peraturan Walikota (Perwal) Tangsel nomor 3 tahun 2012 mengenai jam larangan angkutan barang bertonase besar, belum juga rampung. Alasannya, revisi Perwal tersebut sedang dikonsultasikan Pemkot Tangsel ke Provinsi Banten dan BPTJ.

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, revisi perwal tersebut sedang dikonsultasikan ke Provinsi Banten dan BPTJ.

“Ini menyangkut tidak hanya truk dari kota Tangsel saja tapi, dari Kabupaten Bogor, Kabupaten Tangerang dan juga Jakarta, makanya sedang kita konsultasikan,” tuturnya, Senin (18/11/2019).

Benyamin berharap konsultasi revisi perwal segera selesai agar segera bisa dilaksanakan. “Pemkot Tangsel targetkan akhir tahun harus sudah selesai sehingga prosesnya tidak bertele-tele,” tandasnya.

Sebelumnya perwal tersebut mengatur truk bertonase di atas 20 ton hanya boleh melintas mulai pukul 06.00 WIB sampai 21.00 WIB di Jalan Raya Serpong dan akan diperluas dibeberapa ruas jalan di Kota Tangsel.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangsel Purnama Wijaya mengatakan, isi dari revisi Perwal tersebut salah satunya ada 10 ruas jalan provinsi di Kota Tangsel yang akan di berlakukan jam pembatasan truk boleh melintas.

“BPTJ, BPJT, Dishub Provinsi sudah setuju dan kita harus kordinasi dengan Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Bogor karena kita menjadikan lintasan,” ujarnya.

Purnama menambahkan, dengan revisi perwal tersebut maka Kabupaten Bogor menjadi masalah. Yakni, bila truk dilepas dan di Kota Tangsel disetop maka truk antrean truk akan panjang.

Sepuluh ruas jalan provinsi yang akan diberlakukan jam operasional truk bertonase berat seperti, Jalan Surya Kencana Pamulang, Jalan Serpong Parung, Aria Putra Ciputat, Jombang, Oto Iskandar Dinata Ciputat, H. Usman dan Simpang Tiga Cireundeu.

“Selain ini masih ada lagi jalan kota yang akan dimasukkan pembatasan jam operasional truk bertonase berat,” tambahnya.

Mantan Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangsel ini menjelaskan, jalan yang tidak akan diberlakukan jam operasional truk bertonase berat adalah jalan pusat atau nasional dari Lebak Bulus Jakarta Selatan sampai Parung. Selain itu, di Graha Raya juga ada jalan yang belum diserahkan pengembang kepada Pemkot Tangsel.

“Kalau perwal ini sudah diberlakukan, maka truk-truk proyek percepatan pembangunan nasional tetap boleh melintas asalnya memiliki izin khusus,” katanya kembali.

Bila perwal sudah diberlakukan maka truk yang melanggar akan ditindak. Namun, dishub memiliki kelemahan sesuai Undang-Undang 22 Tahun 2009 maupun perwal soal penilangan.

“Kita tidak bisa menangkap truk tanpa didampingi polisi, kalau polisi boleh menilang pelanggar lalulintas,” tukasnya. (Dewi Agustini)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here