Rabu, 23 Mei 2018

Perusahaan Masih Enggan Salurkan ZIS ke Baznas

SERANG, (KB).- Pihak Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Serang mengungkapkan, perusahaan-perusahaan di Kabupaten Serang hingga saat ini masih enggan menyalurkan zakat, infak, sedekah (ZIS) dari karyawannya ke Baznas Kabupaten Serang. Hingga sekarang pembentukan unit pengumpul zakat (UPZ) dan pemungutan ZIS di perusahaan belum terealisasi, meskipun pihak perusahaan sudah diberikan pemahaman terkait hal tersebut. Hal tersebut terungkap dalam kegiatan peringatan Milad Baznas Kabupaten Serang ke-17 yang digelar di Halaman Kantor Baznas Kabupaten Serang, Rabu (18/10/2017).

Ketua Baznas Kabupaten Serang, H A Wardi Muslich menuturkan, program yang belum berhasil direalisasikan, adalah pembentukan UPZ dan pemungutan zakat atau infak dari perusahaan.
“Atas masukan dari ibu bupati, kami sudah mencoba melaksanakan sosialisasi zakat ke-10 perusahaan di Serang Timur dan Barat, namun hasilnya sampai hari ini belum menggembirakan. Baru satu perusahaan yang sudah membentuk UPZ, tetapi belum ada tindak lanjutnya. Saat bulan Ramadan tahun ini memang dari perusahaan Serang Timur, yaitu Nikomas, Indah Kiat, dan PT INS sudah menyerahkan zakat fitrah dan infak sebesar Rp 23,677 juta,” katanya.

Ia menuturkan, pihaknya sudah memberikan pemahaman kepada pihak perusahaan terkait pembentukan UPZ di perusahaan. Namun, hal tersebut selalu tidak disetujui pemilik perusahaan. “Jadi, kami sampaikan ke perwakilan perusahaannya yang d isini, minta bentuk UPZ, kemudian pihak perusahaan lapor ke pemiliknya yang kebanyakan orang asing, jadi mereka tidak menyetujui ada UPZ perusahaan, makannya kami cari celah lain, seperti di Nikomas itu UPZ-nya di DKM bukan perusahaan,” ujarnya.

Wakil Bupati Serang, Pandji Tirtayasa mengatakan, memang beberapa perusahaan di Kabupaten Serang belum berkenan ada UPZ, meskipun pemkab sering menyampaikan, bahwa tidak akan membebani kas perusahaan, apalagi minta aset perusahaan. “Yang kami minta itu kan dari karyawan yang Islam dan mau menyalurkan ZIS, ini juga tidak dipaksakan. Meskipun belum ada respons baik dari perusahaan, tentu kami tidak boleh kapok dan lelah, kami harus tentu terus yakinkan perusahaan, bahwa ini untuk karyawan yang umat Islam dan bersedia. Saya yakin pasti orang Islam keluarkan zakatnya. Kami yakinkan perusahaan dan sadarkan mereka. Ini potensi untuk sama-sama membangun masyarakat Kabupaten Serang,” ucapnya. (YY)***


Sekilas Info

Konsultasi Syariah: Berapa Persen Maksimal Pinjaman di Bank Syariah?

Pertanyaan: Assalamu’alaikum Ustaz. Berapa persen kah toleransi maksimal pinjaman di bank syariah? Jawab: Pertanyaan ini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *