Pertumbuhan Ekonomi Banten Melambat

SERANG, (KB).- Badan Pusat Statistik (BPS) Banten mencatat, pertumbuhan ekonomi Banten triwulan II-2019 tumbuh 5,35 persen secara tahunan. Meski mengalami, namun pertumbuhan ekonomi tersebut hanya naik 0,24 persen atau melambat dari periode yang sama tahun 2018 sebesar 5,59 persen.

Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi Banten triwulan II 2018 paling tinggi dicapai lapangan usaha transportasi dan pergudangan yang tumbuh 8,72 persen. Sementara dari sisi pengeluaran dicapai oleh komponen pengeluaran total net ekspor yang tumbuh sebesar 8,54 persen.

Sedangkan pertumbuhan tumbuh 5,35 persen secara tahunan. Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi Banten triwulan II-2019 paling tinggi disumbangkan lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 9,46 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen pengeluaran lembaga non profit yang tumbuh sebesar 10,03 persen.

Kepala BPS Provinsi Banten Adhi Wiriana menuturkan, produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan II 2019 mencapai Rp 163,23 triliun. “Dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 112,99 triliun,” katanya, Senin (5/8/2019).

Struktur PDRB Banten menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada triwulan II-2019, tidak menunjukkan perubahan yang berarti. “Industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, konstruksi, serta transportasi dan pergudangan masih mendominasi PDRB Banten,” ujarnya.

Tidak menunjukan perubahan

Struktur PDRB Banten menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku triwulan II-2019 masih didominasi oleh komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 52,99 persen. Diikuti komponen PMTB sebesar 32,31 persen dan komponen total net ekspor sebesar 10,02 persen, terhadap total nilai PDRB Banten.

“Struktur PDRB Banten menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku pada triwulan II-2019 tidak menunjukan perubahan yang berarti. Aktivitas permintaan akhir masih didominasi oleh komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga,” katanya.

Komponen lainnya yang memiliki peranan besar terhadap PDRB secara berurutan adalah komponen PMTB, total net ekspor dan pengeluaran konsumsi pemerintah (PKP). “Adapun peranan komponen pengeluaran lembaga non profit (PK-LNPRT) dan perubahan inventori masih relatif kecil, yaitu sebesar 0,48 persen dan 0,01 persen,” ujarnya.

Dalam perhitungan kuartalan, ekonomi Banten triwulan II 2019 ini mengalami kenaikan sebesar 1,91 persen dari triwulan I 2019. Pertumbuhan ini dipengaruhi faktor musiman seperti hari raya Idul Fitri. “(Idul fitri) turut mendorong pertumbuhan beberapa lapangan usaha, seperti penyediaan akomodasi dan makan minum, jasa lainnya, jasa perusahaan dan perdagangan besar-eceran, reparasi mobil-sepeda motor,” ujarnya.

Pertumbuhan sebesar 1,91 terjadi pada semua lapangan usaha, kecuali pengadaan listrik dan gas serta jasa keuangan dan asuransi. “Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 5,30 persen. Diikuti oleh informasi dan komunikasi sebesar 4,91 persen, jasa pendidikan sebesar 4,38 persen dan konstruksi sebesar 4,06 persen,” katanya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here