Pertamina Edukasi Keselamatan Berkendara dan Titik Buta Mobil Tangki

CILEGON, (KB).- Jalan Yos Sudarso, Tanjung Sekong, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, merupakan jalur padat kendaraan besar. Setiap hari skid tank atau mobil tangki  pengangkut LPG melintas si jalan tersebut. Ditambah lagi truk kontainer yang melintas 24 jam. Di wilayah tersebut terdapat sejumlah pabrik, gudang dan Depot LPG Tanjung Sekong Pertamina.

Sementara di sekitarnya banyak pemukiman warga dan juga sekolah. Sehingga lalu lintas semakin ramai dengan beragam kendaraan. Karena itu PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region III, merasa perlu mengedukasi keselamatan berkendara bagi masyarakat. Termasuk anak sekolah di sekitar wilayah operasinya.

Kali ini edukasi diberikan kepada 350 siswa SMKN 4 Pelayaran Cilegon, Tanjung Sekong. Edukasi meliputi pelatihan safety riding dan sosialisasi blind spot atau titik buta di sekitar mobil tangki.

“Kesadaran dan edukasi berkendara untuk pelajar sebagai pengendara pemula perlu diberikan sejak dini, agar dari sekarang para pelajar terbiasa untuk mematuhi aturan di jalan raya. Selain itu program ini dapat membangun rasa empati dan saling peduli terhadap keselamatan sesama pengguna jalan,” kata Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina MOR III Dewi Sri Utami, disela-sela kegiatan, Selasa (17/9/2019).

Dewi menambahkan, Pertamina selalu peduli tentang safety. Karena siswa tingkat menengah atas merupakan pengendara pemula yang masih baru, maupun akan memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Di sisi lain, kegiatan bertema ‘Safe Ride Saves Hope’ ini merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam memberikan sosialisasi keamanan berkendara di sekitar mobil tangki, terutama mengenai adanya titik buta atau blind spot,” ujarnya.

Pantauan Kabar Banten, selain diikuti para taruna siswa siswi SMKN 4 Pelayaran, kegiatan ini juga diikuti para guru. Acara ini diisi dengan simulasi berkendara aman yang diberikan oleh trainer safety riding bersersertifikasi dari SDCI. “Serta penjelasan tentang bahaya titik buta dengan media video dan alat peraga yang disampaikan oleh tim HSSE, Depot LPG Tanjung Sekong,” tutur Dewi.

Sementara itu, Monik, salah satu murid SMKN 4 mengatakan jika kegiatan ini sangat bermanfaat. “Ini membekali kami agar tidak sembrono lagi saat naik motor, apalagi jika berada di sekitar kendaraan besar. Harus lebih waspada dan hati-hati lagi,” ucapnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here