Personel Minim, BPBD Kewalahan Tangani Banjir

Sejumlah petugas BPBD Kota Cilegon sedang mengevakuasi balita yang terjebak banjir di Link. Ramanuju Kelurahan Citangkil, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Sabtu (10/2/2018). Hujan lebat yang mengguyur Kota Cilegon sejak Jumat (9/2) malam dini hari membuat puluhan rumah warga di Kota Cilegon terendam banjir.*

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon terkesan kewalahan menangani banjir yang sering melanda wilayahnya. Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Cilegon, Rasmi Widyani menilai, banjir di Kota Cilegon, beberapa hari lalu sebagai kejadian luar biasa.

“Bicara soal penanganan banjir atau bencana, kami BPBD sudah sangat siap dengan tenaga terlatih, yakni dari Tim Tanggap Darurat. Namun, karena banjir kemarin itu termasuk kejadian luar biasa, maka kami sempat kewalahan, mengingat titiknya sangat banyak,” katanya. Ia menuturkan, Tim Tanggap Darurat, terdiri atas tujuh personel terlatih tersebut sangat sigap membantu warga di lapangan manakala terjadi musibah dan bencana. Tim yang dibentuk tersebut sudah sering mengikuti pelatihan-pelatihan penanganan bencana.

Terkait penangan bencana banjir kemarin yang luar biasa tersebut, dia menuturkan, banyak keterbatasan dari personel. “Personel kami memang terbatas, akan tetapi kami berusaha untuk melakukan koordinasi dengan instansi lainnya, seperti Tagana dan Dinsos,” ujarnya. Untuk peralatan, pihaknya sudah menyiapkan. Namun, kami melihat untuk rumah-rumah yang terkena banjir memang padat, sehingga tim harus berjibaku dan melawan derasnya air,” ucapnya.

Ia berharap, kekurangan personel pada BPBD bisa ditambah baik membentuk relawan atau lainnya, sehingga pada saat ada kejadian, relawan-relawan tersebut bisa difungsikan. “Keinginan kami membentuk relawan, walaupun sudah ada di salah satu OPD, sehingga bersama-sama dapat melakukan pencegahan dan meminimalisir adanya bencana,” tuturnya

Sementara itu, sejumlah warga korban banjir di Lingkungan Rokal, Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang kecewa dengan penanganan banjir oleh pemerintah di wilayah mereka. Akibat lambannya penanganan di lapangan, tidak sedikit warga menderita kerugian materi yang cukup lumayan. Sejumlah peralatan elektronik, seperti kulkas, televisi, dan peralatan dapur rusak terendam banjir dengan total kerugian per satu rumah sekitar Rp 3 juta, belum yang temboknya jebol akibat derasnya hantaman air.

Ketua RW XI, Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang, Suminta ketika dikonfirmasi mengatakan, wilayahnya yang mengalami banjir, terdiri dari RT I, II, dan V, sedangkan RT IV hanya sebagian. Jumlah rumah warga yang terendam banjir sebanyak 250. RT-RT tersebut memang posisinya paling rendah dibanding yang lainnya, karena RW XI ada 5 RT.

Untuk kerugian banyaknya barang elektronik, seperti kulkas, televisi, mesin cuci, dan sofa, serta lainnya. Kami berharap, kepada pemerintah untuk membuat saluran drainase. Sudah sering permintaan kami, agar dibangun drainase belum pernah terealisasi. Kami sudah sering mengajukan normalisasi, dari mulai musrenbangkel, sampai sekarang tidak ada realisasinya. (Himawan Sutanto)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here