Persita Melaju ke Final Liga 2 Indonesia, Banten Miliki Wakil di Liga 1

HARAPAN dan impian warga Banten untuk dapat menyaksikan tim sepak bola daerahnya kembali berlaga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia akhirnya terwujud. Kepastian tersebut didapat setelah tim asal Kabupaten Tangerang, Persita Tangerang melaju ke putaran final Liga 2 Indonesia.

Lolosnya Persita Tangerang ke puncak kompetisi Liga 2 ini didapat setelah Pendekar Cisadane menaklukkan Sriwijaya FC, di putaran semi final melalui drama adu penalti dengan skor akhir 3-2 (0-0).

Hal tersebut sekaligus memastikan Persita Tangerang promosi ke Liga 1 Indonesia musim 2020 mendatang, karena regulasi yang menetapkan tiga klub teratas Liga 2 akan promosi ke Liga 1.

Menanggapi hasil tersebut, Pelatih Persita Tangerang Widodo Cahyono Putro berterima kasih kepada pemain, manajemen, serta suporter, karena turut membawa tim Persita melaju hingga ke final.

Terkait dengan keunggulan timnya dalam adu penalti, menurut mantan pelatih Bali United ini, anak asuhnya sudah terbiasa latihan menendang bola dari titik putih, karena itu adalah menu wajib timnya. “Sudah terbiasa dan sering dilakukan dalam latihan,” ujarnya seusai pertandingan.

Duel perebutan tiket ke final antara Persita melawan Sriwijaya berlangsung sengit. Kedua tim bermain imbang hingga perpanjangan waktu berakhir. Sriwijaya harus kehilangan seorang pemain, Bobby Satria, karena diganjar kartu akibat melakukan pelanggaran keras.

Laga pun harus ditentukan melalui adu penalti. Tiga pemain Persita Tangerang berhasil menjebol gawang lawan, yakni Bagus Sadewo, Aditya Gigis, dan Amarzukih. Sedangkan dari lima pemain Sriwijaya FC, hanya dua yang bisa mencetak gol, yaitu Erlangga Sucipto dan Yohanis.

Menurut Widodo, faktor mental juga menjadi penentu keberhasilan pemain saat melakukan eksekusi di titik putih. Setelah pertandingan semi final ini, Widodo harus meninggalkan timnya. Pelatih kelahiran Cilacap, Jawa Tengah, ini harus melayat saudara perempuannya yang tutup usia di hari yang sama saat meloloskan Persita ke Liga 1.

Meski demikian, ia memastikan akan segera kembali untuk mendampingi timnya mempersiapkan laga final yang akan berlangsung pada Senin (25/11/2019). “Saya ke Wonosobo, mungkin Sabtu atau Ahad pagi bergabung kembali,” tuturnya.

Sementara itu, Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi menilai timnya kurang beruntung dalam adu penalti. “Kami belum beruntung, padahal sudah melatih adu penalti,” ujarnya.

Setelah gagal meraih tiket final Liga 2, Sriwijaya akan mempersiapkan diri untuk bisa finis di urutan ketiga, demi bisa mendapatkan satu tempat tersisa naik level ke Liga 1 musim depan. Perebutan posisi tiga akan digelar sebelum laga final.

Sementara Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar mengungkapkan rasa syukurnya karena Persita mampu memenuhi target lolos ke Liga 1. Ia bangga dengan pemain yang tampil penuh semangat dan pantang menyerah sepanjang laga 120 menit dan drama penalti.

“Saya dibuat deg-degan sepanjang laga pertandingan dan adu penalti. Tapi saya salut atas perjuangan pemain, pelatih, manajemen, staf dan semua yang terlibat dalam tim. Terima kasih semuanya,” ucap Zaki di hadapan skuat Persita di ruang ganti. (Yandri Adiyanda)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here