Persiapan Mutasi-Rotasi di Pemkot Cilegon, OPD Usulkan Pejabat Promosi

CILEGON, (KB).- Wacana mutasi di Lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon terus bergulir. Seiring persiapan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) melaksanakan rotasi dan promosi, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) telah mengusulkan nama-nama aparatur sipil negara (ASN) untuk mendapatkan promosi jabatan.

Kepala Bidang Pengembangan Karier pada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Cilegon Ardiansyah mengatakan, pengusulan nama tersebut, merupakan inisiatif masing-masing OPD.

Mengingat BKPP Kota Cilegon tidak mengeluarkan surat permintaan untuk nama-nama yang berhak mendapatkan promosi ke seluruh OPD.

“Kalau BKPP tidak mengeluarkan surat, itu inisiatif masing-masing OPD. Ada sebagian yang sudah memberikan usulan, selebihnya belum,” katanya saat dihubungi melalui telepon genggam, Ahad (12/5/2019).

Menurut dia, pada dasarnya kepala OPD rata-rata memberikan usulan promosi terhadap ASN di lingkungan kerjanya. Bahkan, nama yang sama akan diusulkan kembali ketika belum mendapatkan promosi.

“Misalkan di 2018 belum mendapat promosi, tapi namanya sudah diusulkan, biasanya di 2019 diusulkan kembali,” ujarnya.

Usulan-usulan tersebut, lanjut dia, menjadi database pihaknya untuk diserahkan ke Wali Kota Cilegon Edi Ariadi. Namun, ditanya kapan mutasi-rotasi akan dilakukan, dia enggan memberikan keterangan.

“Kalau bicara kapan, itu ranahnya unsur pimpinan. Kalau kami sih hanya menyiapkan usulan. Jadi, ketika mutasi digelar, kami sudah siap,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Cilegon Tubagus Dikrie Maulawardhana telah mengusulkan empat ASN untuk mendapatkan promosi. Nama tersebut, telah dia usulkan sejak awal tahun ini.

“Kalau di dinas kami, empat ASN sudah saya usulkan. Termasuk permintaan pengisian jabatan kosong,” katanya.

Usulan promosi keempat ASN, ujar dia, untuk mengisi kekosongan jabatan di dinas tersebut. Di mana di Bidang Pasar dan Bidang Industri, terdapat kekosongan jabatan di kepala bidang dan kepala seksi.

“Sesuai arahan pimpinan, baiknya dalam pengisian jabatan dilakukan secara regenerasi. Bisa saja saya minta dari OPD lain untuk mengisi jabatan yang kosong itu. Tapi kan lebih baik dari internal OPD,” ucapnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here