Perserang Klaim Diminati Pelatih Asing

SERANG, (KB).- Tim asal Kabupaten Serang, Perserang, mengklaim pihaknya diminati pelatih asing, pascarampungnya kontrak Jaya Hartono sebagai Pelatih Kepala Laskar Singandaru di musim 2019 Liga 2 Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Manajer Perserang Babay Karnawi, setelah dirinya mengikuti Kongres Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) di Bali, Selasa (28/1/2020).

“Sudah ada beberapa nama-nama asing, langsung tanpa perantara mendaftarkan diri kepada saya, mengirim via e-mail, dan berkomunikasi via telepon. Walaupun memang belum berjumpa secara kasat mata. Sampai-sampai memberikan curriculum vitae (CV) dan menunjukkan sertifikat UEFA dan A Pro,” ucapnya.

Namun, Babay kurang berminat untuk memilih pelatih yang berasal dari luar negeri. Alasannya, khawatir terjadi miskomunikasi antara pelatih dengan pemain, sehingga pola latihan tidak berjalan dengan baik.

“Saya jujur, lebih mending mengambil dari asli Indonesia. Karena mau bagaimanapun jadinya didalam suatu kelompok instansi, komunikasi itu ialah nomor satu. Takutnya pelatih bilang ke kiri, pemain ke kanan. Begitupun sebaliknya. Walaupun sudah memakai jasa penerjemah yang berkompeten dalam bidangnya,” ujarnya.

Baca Juga : Perserang Butuh Pelatih Kepala

Babay mengatakan, begitupun dengan nama-nama mantan pelatih naturalisasi dan lokal, dengan lisensi perwasitan yang cukup mumpuni di bidangnya.

“Kami sudah menampung banyak sekali berkas CV dan sertifikat beberapa nama. Namun sampai saat ini kami belum bisa memutuskan. Karena kami belum merapatkan kepada manajerial tim,” ucapnya kepada Kabar Banten.

Babay mengabarkan, dalam mempersiapkan Liga 2 2020 Indonesia yang akan berlangsung pada 13 Maret 2020, berdasarkan pengumuman yang diberikan oleh Ketua Umum PSSI waktu Kongres di Bali waktu itu. Perserang akan tampil lebih berbeda dibanding pada tahun sebelumnya, juga tak akan menyerah untuk memasang target 3 besar, lalu maju ke perebutan naik kasta menuju Liga 1 Indonesia.

“Yang pasti kami akan mencoba dengan tampilan yang lebih ke pembaharuan, yang pergi biarlah pergi. Terpenting, masih ada beberapa nama pemain kami dari putra daerah Banten, dan mampu bersaing dalam menyambut Liga 2 2020 untuk segera diarungi bersama-sama warga Banten,” tuturnya. (Azzam/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here