Persediaan Darah Menipis

SERANG, (KB).- Persediaan darah di wilayah Serang berkurang drastis pada bulan Ramadan ini. Hal tersebut disebabkan berkurangnya pendonor pada bulan puasa ini. Meski begitu, persediaan darah masih aman hingga awal bulan depan. Bagian Pelayanan Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Serang, Vera mengatakan, persediaan darah pada bulan Ramadan mengalami penurunan drastis jika dibandingkan bulan biasa.

“Kalau di bulan Ramadan memang ada penurunan drastis ya, stok darah juga berkurang. Tapi, untuk sampai ke awal bulan stok kantong darah golongan B dan O kami aman, Alhamdulillah masih banyak. Cuma golongan A dengan AB yang benar-benar kurang,” katanya saat ditemui di Kantor UTD PMI, Rabu (23/5/2018).

Ia menjelaskan, kantor UTD tersebut melayani untuk wilayah Kabupaten dan Kota Serang, karena belum terbentuknya PMI Kota Serang. Berkurangnya jumlah pendonor pada bulan Ramadan, menurut dia, karena kebanyakan pendonor sedang melaksanakan ibadah puasa. Jika ada, pendonor biasanya datang saat malam hari. “Kalau puasa kayak gini mereka (pendonor) biasanya maunya abis buka, mereka datang sendiri,” ucapnya.

Menurut dia, kekurangan golongan darah A dan AB, karena kebutuhannya banyak, berbeda dengan golongan darah B dan O yang sedikit. Untuk menutupi kekurangan tersebut, pihaknya menggencarkan kegiatan donor darah di beberapa lokasi. “Kalau kami ada kegiatan yang sudah rutin, mereka donor per tiga bulan dan kami bikin jadwal. Mereka masih siap,” tuturnya.

Menjelang datangnya Hari Raya Idulfitri dan mudik Lebaran, dia berharap, tidak adanya insiden yang akan membutuhkan banyak darah, seperti kecelakaan dan lainnya. Menurut dia, yang lebih banyak menggunakan transfusi darah pada saat prosesi kelahiran. “Mudah-mudahan sih enggak ada ya, enggak ada yang kecelakaan. Tapi, memang biasanya kami butuh banyak stok buat ibu melahirkan,” ujarnya.

Bagi yang ingin mendonorkan darahnya di bulan Ramadan, UTD siap menerima dengan menyiapkan petugas hingga malam hari. Untuk bulan Ramadan ini, dia menuturkan, bahwa memang terjadi penurunan rutinitas kegiatan PMI untuk penggalangan donor darah. Jika di bulan-bulan biasa hampir setiap hari melaksanakan kegiatan di berbagai tempat, sedangkan pada bulan Ramadan ini hanya beberapa kegiatan saja. “Biasanya kami seminggu itu full, tapi sekarang paling 2 sampai 3 kali dalam seminggu,” katanya. (Masykur/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here