Pers, Koperasi dan Penggerak Ekonomi (Refleksi Enam Tahun Koperasi Karyawan Kabar Banten)

Rapat Anggota Tahunan Koperasi Kabar Banten tahun 2020.*

Oleh : Maksuni Husen

Setiap tahun, pemberitaan media massa, cetak maupun elektronik, tentang kondisi koperasi, selalu senada dengan tahun-tahun sebelumnya. Kecenderungan sebagian besar media massa selalu mengambil judul soal jumlah koperasi yang mati suri dan terancam dibubarkan. Bagi jurnalis, sudut pandang tersebut dianggap menarik. Setidaknya, ada beberapa pertimbangannya antara lain menyadarkan pengelola koperasi untuk memperbaikinya dan juga mendorong kinerja Dinas Koperasi dalam melakukan pembinaan.

Pemberitaan tentang kondisi koperasi yang mati suri dan terancam dibubarkan, tentu dari kacamata seorang jurnalis sesuatu yang on the track, karena menggunakan prinsip bad news is good news (berita negatif, merupakan berita yang bagus). Tetapi dari sudut jurnalistik inspiratif, pola tersebut menjadi berita yang kering makna. Mendudukkan pemberitaan tentang kondisi koperasi dari sudut pandang jurnalisme inspiratif, menurut hemat penulis, mulai perlu didorong.

Mengutip Aris Ismail, dalam bukunya “Jurnalistik Inspiratif” (disertasi Program Doktoral Unpad, 2016), jurnalistik inspiratif sebagai jurnalisme yang memotivasi, membangkitkan semangat untuk memperbaiki kualitas kehidupan masyarakat. Dalam konteks pemberitaan tentang koperasi, rasanya tepat jika jurnalis lebih banyak mengangkat sisi lain dari koperasi yang tumbuh dan berkembang secara bagus melalui sudut pandang jurnalistik inspiratif tersebut.

Dengan demikian, pemberitaan yang ajeg diharapkan secara perlahan menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam gerakan koperasi akan semakin tumbuh. Tujuan utamanya, kondisi koperasi akan menjadi lebih baik. Paling tidak, koperasi dalam kategori sehat, yakni transparan dan akuntabel dalam pengelolaan, dan rutin menggelar rapat anggota tahunan (RAT).

Mengarahkan pemberitaan koperasi pada sudut pandang jurnalistik inspiratif, satu dari peran pers dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat. Peran lain, perusahaan pers sebagai koorporasi, harus menjadi contoh penggerak koperasi. Salah satunya melalui wadah koperasi di lingkungan kerjanya.

Koperasi karyawan di perusahaan pers punya peran cukup penting dalam hal membantu ekonomi anggotanya. Perusahaan pers, memiliki karyawan tidak hanya wartawan tetapi juga karyawan non redaksi. Mereka perlu wadah berkumpul dalam bidang usaha untuk kesejahteraan semua anggota.

Koperasi “KB”

Atas dasar itu, sebagian besar karyawan Kabar Banten pada 27 Februari 2014 sepakat untuk membentuk koperasi dengan nama “Koperasi Kabar Banten”, selanjutnya disingkat Koperasi KB. Saat itu jumlah anggota mencapai 28 orang. Pada masa awal ini, pengurus periode 2014-2017 menitikberatkan pada penataan kelembagaan dan usaha simpan pinjam.

Penataan kelembagaan mencakup perekrutan anggota, dan pengurusan legalitas atau badan hukum. Koperasi Kabar Banten telah memiliki akta koperasi yang dikeluarkan oleh notaris Rita Elfida, SH pada 14 Juli 2014 yang kemudian disahkan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten dengan Nomor 15/BH/XI/KUMKM/VIII/2014. Selain itu, telah memiliki Nomor Induk Koperasi No 3673040010437 oleh Kementerian Koperasi dan bisa diakses di laman depkop.go.id.

Koperasi Kabar Banten meraih penghargaan koperasi berprestasi se-Provinsi Banten tahun 2017.*

Sedangkan unit Usaha Simpan Pinjam (USP) sangat membantu kebutuhan anggota yang mendesak seperti menjelang lebaran, tahun ajaran baru, dan sebagainya. Pada periode pertama itu, masa-masa sulit dialami, dari modal koperasi yang terbatas sementara kebutuhan pinjaman anggota banyak. Namun bersyukur, karena anggota berpegang teguh pada prinsip kekeluargaan dan kebersamaan, mereka mematuhi regulasi yang ditetapkan pengurus.

Dalam berbagai kegiatan, Koperasi Kabar Banten aktif dalam mengikuti berbagai kegiatan baik pelatihan, workshop yang diselenggarakan Dinas Koperasi dan UKM Banten. Pada tahun 2017, Koperasi Karyawan Kabar Banten meraih Juara III sebagai Koperasi Berprestasi se-Provinsi Banten pada acara Peringatan Hari Koperasi Tingkat Provinsi Banten di Kota Tangerang. Prestasi lain yakni Tim Kabar Banten meraih juara II pada lomba memasak nasi goreng pada Desember 2017.

Pada periode kedua kepengurusan 2017-2020, Koperasi Karyawan Kabar Banten sudah mulai melakukan pengembangan usaha. Terutama unit usaha waserda dengan nama “KB Mart” yang menjual kebutuhan pokok anggota dan juga penjualan kaos dengan branding “Kabe Cloting” dan juga usaha penerbitan buku dengan nama ‘Pustaka Kabar Banten’.

Berbagai upaya tersebut cukup meningkatkan rata-rata pendapatan koperasi yang pada awal pendirian hanya Rp 5 juta kini tahun 2019 telah menembus angka pendapatan bruto Rp 28.670.491 dengan laba senilai Rp 23.966.491 dengan total aset senilai Rp 198.799.591. Dari sisi keanggotaan juga meningkat dari pendirian sebanyak 28 orang kini telah mencapai 55 orang.

Wadah mengasah jiwa “enterpreunership”

Perkembangan koperasi yang terus meningkat tak lepas dari upaya pengurus memberikan layanan yang prima, transparan dan aktif setiap tahun menggelar RAT sehingga berdampak pada kepercayaan anggota yang terus meningkat.

Hal lain yang dirasakan manfaat keberadaan koperasi di lingkungan perusahaan pers, yakni menjadi wadah untuk mengasah jiwa kewirausahaan (enterpreunership) anggota yang berlatar belakang pekerjaan sebagai wartawan maupun karyawan. Setiap pegawai pada dasarnya memiliki jiwa kewirausahaan. Anggota yang memiliki skill desain grafis diarahkan untuk pembuatan desain kaos maupun buku. Sedangkan anggota yang punya skill marketing, diarahkan pada peningkatan kemampuan pemasaran di era digital.

Era disrupsi teknologi yang serba digital menuntut setiap individu mampu berkolaborasi. Oleh karena itu, koperasi karyawan merupakan salah satu yang bisa menjadi wadah mengasah skill lain dan mengembangkan jenis usaha hilir pada industri pers, seperti penerbitan buku, diskusi, seminar dan sebagainya.

Pada awal periode ketiga ini 2020-2023, tantangan koperasi makin berat seiring dengan adanya pandemik virus Covid-19 yang sudah tentu akan berdampak pada berbagai sektor kehidupan termasuk ekonomi. Namun demikian, hal itu harus dijadikan tantangan untuk terus berinovasi, karena itulah salah satunya agar sektor usaha, termasuk koperasi, bisa tetap bertahan bahkan bisa terus berkembang.

Bapak Koperasi Muhammad Hatta berkata, “Koperasi akan terbunuh saat pemerintah memberikan kesempatan luas kepada ekonomi liberal. Karena dengan asas kebersamaan dan persaudaraan, koperasi tidak pernah bersaing, tetapi berlomba”. (Penulis, Ketua Koperasi Karyawan Kabar Banten periode 2014-2020)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here