PERNAK PERNIK RAMADAN

Oleh : Dr. KH. Wawan Wahyuddin

Ramadan 1440 H tidak lama lagi meninggalkan kita. Disambut tidak disambutpun, ia datang menghampiri kita. Bagi yang beriman dan bertakwa, kehadiranya tentu disambut dengan ungkapan haru “marhaban yaa Ramadan, marhaban yaa syahroshhshiyaam”.

Ada yang menyambut Ramadan bagai anak TK. Bagi kelompok ini, yang dipikirkan ada makanan apa buat buka dan sahur. Dan antara keduanya, sesuai usia TK, yang tergambar adalah mainan. Solat pun terkadang ditinggalkanya, sambil terus berpuasa.

Ada yang tipe SMP dan SMA. Tipe ini bukan senang mainan, tapi senang bermain. Walupun Ramadan, habis waktu sia-sia. Sampai ada berani berdua-duaan di kosan, padahal bukan dengan muhrim dan sudah mukallaf. Belum lagi di hotel sampai terkena razia. Naudzubillah.

Tipe ketiga, mestinya ini menjadi tipe tertinggi dengan melakukan tiga hal, yakni shiyaam, qiyaam, dan sodaqoh. Shiyaam dengan segala rukun sunnah dan menjalankan yang menjadi larangan-Nya, qiyaam semangat mengabdi dengan taraweh dan solat malam lainya plus mengaji dan mengkaji kalam ilahi.

Sodaqoh, karena tidak sah puasa bila tidak ditutup dengan zakat fitrah, bahkan mestinya ditambah dengan sodaqoh tatowwu. Yg menyedihkan, pada Ramadan tahun ini pecah kerusuhan 22 Mei di Ibukota dan beberapa kota lain di Indonesia.

Mumpung berada di sepuluh hari terakhir, mari pernak pernik Ramadan kita songsong kepergiannya dengan amal nyata; lebih harmoni dan lebih rukun. Kita jaga sembilan anggota tubuh, termasuk jari jemari dan medsos kita. Saatnya kita berbenah menuju minal aidin wal faaiziin.

Gema takbir mari kita gemakan di masjid-masjid. Semarakkan dengan solat Id, saling memaafkan sesama anak bangsa. Berdiri tegar penuh optimistis. Hadapi era yang serba penuh tantangan dan rintangan ini dengan hati bening. Wallahu a’lam.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here