Permintaan Batik Lebak Chanting Pradana Meningkat

Salah satu motif Batik Lebak Chanting Pradana.*

PERMINTAAN batik Lebak Chanting Pradana di Desa/Kecamatan Bojongleles terus meningkat. Meningkatnya permintaan tersebut berdampak terhadap pendapatan omzet penjualan. “Kita omzet pendapatan rata-rata Rp 100 juta per bulan,” kata perajin Batik Lebak Chanting Pradana di Lebak, Umsaroh beberapa waktu lalu.

Selama ini, kata dia, permintaan batik Lebak chanting pradana bukan hanya untuk aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan sekretariat pemerintah daerah, BUMN dan pelajar. Namun, saat ini batik tersebut diminati masyarakat, karena sangat cocok untuk dijadikan pakaian resmi, seperti pesta pernikahan. “Tingginya permintaan batik itu berkat promosi yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Lebak,” katanya.

Bahkan, Bupati Iti Octavia belum lama ini mempromosikan batik Lebak di Jepang dan Rusia. “Kami merasa kewalahan melayani permintaan konsumen,termasuk online,” ujarnya.

Menurut dia, saat ini permintaan batik Lebak menembus luar daerah, di antaranya Tangerang, Serang, DKI Jakarta dan Bogor. Harga batik Lebak untuk bahan dari katun dijual Rp 125.000 dan bahan sutra Rp 800.000 per potong.

Tingginya permintaan batik tersebut kini menyerap 60 tenaga kerja bagi masyarakat terdiri dari pemuda dan ibu rumah tangga. “Kami terus meningkatkan kualitas karena bisa membantu ekonomi masyarakat setempat,” ujarnya.

Umsaroh mengatakan, produksi batik Lebak yang dirintis 2016 hingga kini permintaan cenderung meningkat. Produksi batik Lebak memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri dan berbeda dengan batik-batik lain di tanah air.

Desain batik Lebak terdapat 12 motif dan mengandung makna juga filosofi sesuai budaya masyarakat Baduy dan budaya masyarakat Kaolotan. “Selain itu, unsur alamnya cukup menganggungkan dunia melalui Tanjung Layar Sawarna,” ucapnya.

Dari 12 motif batik Lebak itu antara lain Motif Seren Taun, Motif Sawarna, Motif Gula Sakojor, Motif Pare Sapocong, Motif Kahirupan Baduy, Motif Leuit Sijimat, Motif Rangkasbitung, Motif Caruluk Saruntuy, Motif Lebak Bertauhid, Motif Angklung Buhun, Motif Kalimaya dan Motif Sadulur. “Kami optimistis produksi kerajinan batik Lebak menembus pasar domestik dan mancanegara,” tutur Umsaroh yang juga guru Sekolah Dasar.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lebak Dedi Rahmat mengatakan, saat ini usaha kerajinan batik Lebak tumbuh dan berkembang, termasuk produksi batik Lebak Chanting Pradana.

Pemerintah daerah mendorong kerajinan batik Lebak dapat menjadikan andalan ekonomi masyarakat. “Kami terus mengoptimalkan promosi, terlebih Lebak difokuskan pengembangan destinasi wisata,” tuturnya. (Nana Djumhana)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here