Minggu, 24 Juni 2018

Permintaan Batik Banten Terus Meningkat

SERANG, (KB).- Permintaan terhadap batik Banten yang beralamat di Jl. Bhayangkara Depan SDN 04 Kubil Kec. Cipocok Jaya, Kota Serang masih terus meningkat.

Pemilik Batik Banten, Uke Kurniawan, mengatakan omzet yang dihasilkan oleh Batik Banten bisa mencapai Rp 60 juta rupiah per bulan. Ada sekitar 245 motif batik cetak yang dimiliki oleh Batik Banten, namun baru 150 motif yang dipatenkan.

“Sebanyak  60 motif batik milik Banten, sisanya sebanyak 90 motif batik milik arkeolog Universitas Indonesia. Sebanyak 195 motif batik lainnya masih dalam penelitian untuk mengetahui apa isi dari filosofi motifnya,” katanya, Senin (26/8/2018) sore.

Dikatakannya, biasanya setelah  Maret akan ada banyak permintaan dari beberapa instansi. “Kita juga sudah memiliki 245 motif batik yang nanti akan dipasarkan, tapi belum semuanya dipatenkan baru 150 yang sudah paten,” ujar Uke Kurniawan.

Pada Februari, kata dia, permintaan batik sudah ada dari beberapa instansi pemerintah pusat dan sedang dalam proses pembuatan. Selain itu, ada juga dari organisasi-organisasi lainnya, seperti majelis taklim dan partai.

“Untuk peminat batik khususnya di Kota Serang masih banyak, bahkan di kalangan muda pun menyukai batik. Di zaman sekarang ini menggunakan batik bukan hanya untuk ke acara-acara resmi dan formal, tetapi untuk bepergian pun sudah banyak yang memakainya,” ungkap dia.

Harga yang ditawarkan pun relatif murah, bergantung dari motif bahan dan model baju. Batik juga tidak hanya dalam bentuk baju atau selendang, kini motif batik dipakai untuk beragam aksesoris seperti tas, gelang, dan kalung. Dari berbagai daerah pun datang ke Batik Banten hanya untuk melihat proses cetak batik sekaligus membeli souvenir untuk oleh-oleh.

“Ada banyak yang datang dari berbagai daerah seperti, Jakarta, Jambi, Bengkulu, Lampung bahkan dari Aceh pun pernah ada yang datang kesini. Untuk sekarang kita juga mengeluarkan berbagai macam aksesoris,” kata Uke.

Uke juga menjelaskan, jika Batik Banten tidak hanya memproduksi batik, tetapi bisa untuk pelatihan dan edukasi bagi anak-anak sekolah dan mahasiswa. “Bagi siapa saja yang ingin melihat proses pembuatan batik atau sekalian mencoba membuatnya bisa datang langsung ke Galeri Batik Banten yang buka setiap hari,” katanya.

Ia juga menambahkan, Batik Banten memiliki 3 konsep yaitu, industri, pelatihan dan juga wisata. Batik Banten juga merupakan guru batik nasional karena selalu memberikan  pelatihan dan lomba-lomba untuk membuat batik.

“Terakhir Batik Banten membuka paket wisata untuk pengunjung yang datang ke galeri. Selain mendapat pelatihan cetak batik, wisatawan juga diberi souvenir atau oleh-oleh khas Banten, seperti sate bandeng, gipang dan batik khas Banten tentunya,” tambahnya. (Rizqi Putri)***


Sekilas Info

Berburu Uang Receh untuk Lebaran

MEMBERIKAN sedekah uang persenan (angpau) untuk kerabat, teman dan tetangga seakan sudah menjadi tradisi saat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *