Permendag 29 Tahun 2019 tak Pengaruhi Konsumsi Daging

LEBAK, (KB).- Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor: 29 Tahun 2019 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Hewan dan Produk Hewan tak berpengaruh pada konsumsi daging di Lebak. Alasannya, selama ini kebanyakan masyarakat Lebak mengonsumi daging lokal.

“Memang dalam Permendagri ada regulasi menghilangkan pasal yang mengatur pencantuman label di kemasan produk hewan impor, termasuk produk hewan. Tetapi, ya regulasi itu tidak berpengaruh pada konsumsi daging di Lebak,” kata Sekretaris Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Lebak, Orok Sukmana, Jumat (20/9/2019).

Menurutnya, ketersediaan daging di Lebak, baik daging kerbau dan sapi sangat mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat di Lebak. Pada tahun 2019 hingga Agustus, rata-rata per bulan produksi daging kerbau 121.579 kilogram dengan konsumsi 66,667 kilogram, surplus 54 ton.

Begitu juga dengan daging sapi, rata-rata produksinya per bulan 113.976 kilogram dengan konsumsi Rp 75.000 perkilogram. ”Stok lokal cukup kok. Impor itu hanya untuk pengendahuluan pasar agar daging lokal tidak melonjak tinggi saat menjelang hari-hari besar,” ujar Orok.

Meski begitu, Disperindag tak setuju jika label halal pada kemasan daging impor dihilangkan karena akan meresahkan masyarakat.Kehalalannya akan jadi tidak dijamin. Apalagi Indonesia yang mayoritasnya kan muslim.

“Pengawasan kami lakukan terkait harga dan ketersediaannya. Tetapi berkaitan dengan mutu dan kualitas produksi dan konsumsi itu ranah Distanak,” tuturnya. (PG)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here