Permasalahan Tower di Griya Serang Asri, Ombudsman Pertemukan Perusahaan dan Warga

SERANG, (KB).- Ombudsman RI mempertemukan pihak perusahaan PT Solusindo selaku pemilik tower dengan warga Griya Serang Asri, untuk mencari solusi mengenai tower yang bermasalah. Upaya tersebut dilakukan, agar pihak perusahaan dan warga mendapatkan solusi tepat dan tidak saling merugikan satu sama lain.

Asisten Muda Ombudsman RI Ratna Sari Dewi mengatakan, upaya mediasi yang dilakukan oleh pihaknya sesuai dengan peraturan di Kota Serang, yakni aturan disinsentif yang memungkinkan tower milik PT Solusindo tersebut, tetap berdiri, meskipun tanpa izin yang jelas.

“Kami berusaha untuk melakukan mediasi antara PT Solusindo dan warga, supaya ada kesepakatan penyelesaian. Karena, ada peraturan pemkot yang memberikan kesempatan (disinsentif), apabila terdapat kesepakatan antara perusahaan dengan warga,” katanya, Kamis (30/1/2020).

Ia menuturkan, PT Solusindo diberikan waktu selama 14 hari kerja untuk dapat menyelesaikan permasalahan tersebut bersama dengan warga. Sementara, Ombudsman akan melakukan pengawasan terhadap jalannya mediasi tersebut.

“Kalau selama 14 hari tidak ada langkah konkret dan tidak ada solusi yang muncul, maka kami meminta Pemkot Serang untuk melakukan penegakan hukum terhadap tower tersebut,” ujarnya.

Baca Juga : Pemkot Serang Diminta Bongkar Tower tak Berizin

Persoalan tersebut, tutur dia, bukan berkaitan dengan keselamatan saja, akan tetapi juga berkaitan dengan administrasi perizinan. Sebab, tower tersebut berdiri tanpa adanya izin Pemkot Serang.

“Kalau dari unsur pembangunan tidak ada masalah, karena baru jadi masih kokoh. Ini hanya soal perizinan saja. Jadi, pembangunannya dilakukan oleh pihak ketiga, sementara perizinannya tidak diurus,” katanya.

Sementara, pemilik perusahaan PT Solusindo Felix mengatakan, pihaknya akan menjalankan kesempatan yang diberikan oleh Ombudsman, untuk mencari solusi bersama dengan warga dalam kurun waktu 14 hari ke depan.

“Karena, kami menganggap masyarakat itu bagian dari kami juga. Ombudsman memberikan solusi yang sama-sama menguntungkan,” ujarnya.

Menurut dia, saat ini hanya ada seorang warga yang menggugat keberadaan tower. Orang tersebut, secara terang-terangan menolak keberadaan tower.

“Masalahnya beliau itu tidak tanda tangan. Namun, bukan berarti beliau menolak, karena tidak tanda tangan. Jadi, kami akan ikuti saran dari Ombudsman, karena kami taat aturan dan hukum. Sesuai kesepakatan 14 hari,” ucapnya. (Rizki Putri/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here