Selasa, 16 Oktober 2018
Suasana diskusi "Obrolan Mang Fajar" di kantor Redaksi Kabar Banten, Jl. Jenderal A. Yani No. 72 Kota Serang, Kamis (22/3/2018).*

Perlu ”Senjata” Melawan Hoax

Dalam beberapa bulan belakangan ini, penyebaran berita bohong (hoax) makin meningkat. Pihak kepolisian pun, telah melakukan penindakan terhadap pelaku penyebar hoax. Berbagai gerakan melawan hoax pun digencarkannya melalui berbagai deklarasi seluruh elemen masyarakat. Namun, komitmen melawan dan menangkal hoax tidak hanya sebatas deklarasi tetapi juga membutuhkan “senjata” yang ampuh. Oleh karena itu, penting elemen masyarakat memiliki “senjata” menangkal dan melawan hoax tersebut.

“Tentu saja, setelah masyarakat deklarasi melawan hoax, mau apa? Kan hanya harus punya senjatanya,” kata Conten Manager Pikiran Rakyat Digital (Grup Pikiran Rakyat), Deni Yudiawan saat diskusi “Obrolan Mang Fajar” di kantor Redaksi Kabar Banten, Jl. Jenderal A. Yani No. 72 Kota Serang, Kamis (22/3/2018). Selain Deni, narasumber lain yakni Pusat Data dan Riset Pikiran Rakyat, Boni Irawan.

Hadir dalam diskusi Direktur PT Fajar Pikiran Rakyat Rachmat Ginandjar, Kabid Humas Polda Banten AKBP Zaenuddin, Kabid Aplikasi Informatika dan Komunikasi Publik Diskominfosantik Banten Dwi Yudo Siswanto, Kepala Diskominfo Lebak Doddy Irawan, Ketua Bidang Kominfo MUI Banten Prof. Dr. Ahmad Sihabuddin, pejabat Eselon III dan III di Diskominfo kabupaten/kota se-Banten.

Deni mengungkapkan, senjata yang dimaksud yakni menggunakan tools (alat, aplikasi) yang dapat memverifikasi berita bohong dapat diberikan pada masyarakat agar mereka dapat menjadi firewall atau penghalang penyebaran berita bohong.
“Masyarakat juga perlu mendapatkan pengetahuan bagaimana mereka dapat mengamankan data-data pribadi di internet agar tidak disalahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab,” ujar Deni.

Ia menuturkan, dengan memiliki senjata tersebut, maka masyarakat akan bisa membedakan mana berita bohong atau asli. Ia menuturkan, setelah tahu berita bohong, tidak menyebarkannya lagi kepada orang lain, memberi tahu pada orang lain tentang mana konten yang bohong dan mana yang tidak bohong dan menyajikan konten berkualitas kepada masyarakat tanpa terkontaminasi berita bohong,” ucapnya. Senjata penting dimiliki terutama untuk praktisi Humas Pemerintah, ormas, organisasi maupun lembaga. Alasannya, lembaga-lembaga tersebut paling rentan diserang berita bohong.

Boni Irawan mengatakan, perlunya “senjata” menangkal dan melawan hoax karena seiring dengan meningkatnya pengguna internet di Indonesia semakin melonjak saat ini. Berdasarkan hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2017, tercatat 143,26 juta orang dari 262 juta jumlah penduduk Indonesia menggunakan internet, atau mencapai 54,68%. Jumlah itu terus meningkat setiap tahun.

Ia mengatakan, salah satu konten internet yang paling banyak diakses itu adalah sejumlah media sosial dan pesan instan seperti aplikasi WhatsApp dan Blackberry Messenger. Dengan lebih banyaknya pengguna internet tersebut maka masyarakat mendapatkan informasi lebih cepat dan lebih banyak. “Melimpahnya informasi yang diterima masyarakat saat ini membuat samar antara berita yang benar dan berita bohong. Ditambah dengan tingkat literasi masyarakat Indonesia yang relatif rendah dibandingkan negara lainnya, maka potensi merebaknya berita bohong atau hoax menjadi lebih besar,” tuturnya.

Direktur PT Fajar Pikiran Rakyat Rachmat Ginandjar mengatakan, Kabar Banten sebagai media massa punya kewajiban turut membantu dalam menangkal dan melawan berita hoax. “Ini bagian dari misi edukasi dan membantu masyarakat melawan hoax,” katanya. Rachmat menyampaikan terima kasih atas respons dari pihak Dinas Kominfo Provinsi Banten dan kabupaten/kota, Polda, organisasi dan lembaga di Banten yang memiliki komitmen kuat dalam memerangi hoax. “Kami memiliki Tim Digital yang siap membantu memberikan solusi dalam rangka memerangi merebaknya berita hoax,” ucap Rachmat. (Tim Redaksi)***


Sekilas Info

Enam Tersangka Pengeroyok Polisi Ditangkap

ENAM tersangka pengeroyokan terhadap anggota polisi Tri Widianto di Wisma Cariti, Kampung/Desa Julang, Kecamatan Cikande, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *