Perlindungan Jaminan Sosial di Banten, BPJS Ketenagakerjaan Harapkan Dukungan Media

Deputi Direktur Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Wilayah (Kanwil) Banten, Ir. Eko Nugriyanto beserta jajaran foto bersama awak media, usai acara ‘Press Gathering BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Banten’, di salah satu resto di Kota Serang, Kamis (19/9/2019).

SERANG, (KB).- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Wilayah Banten berharap media mendukung dan terus menginformasikan serta memberikan kesadaran dan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya mendapatkan perlindungan dari seluruh program BPJS Ketenagakerjaan, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP).

“Ini masih perlu edukasi mengenai pentingnya jaminan BPJS Ketenagakerjaan. Kalau dari premi atau istilah di BPJS Ketenagakerjaan itu iuran, sangat terjangkau untuk yang bukan penerima upah. Peran rekan media sangat besar dalam membangun citra positif institusi dan memperkenalkan program perlindungan kami kepada masyarakat luas. Saya berterima kasih kepada seluruh awak media atas kontribusinya selama ini,” ujar Deputi Direktur Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Wilayah (Kanwil) Banten, Ir. Eko Nugriyanto, dalam acara ‘Press Gathering BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Banten’, di salah satu resto di Kota Serang, Kamis (19/9/2019).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Asdep wilayah bidang kepesertaan, Didin Haryono, Asdep wilayah bidang umum & sdm, Shinta Lystyowati, Asdep wilayah bidang TI, Hesnypita, Asdep wilayah bidang keuangan, Slamet Udin, Asdep wilayah bidang PP & MR, Yan Dwiyanto, Kakacab Tangerang Cikokol, Hasan Fahmi dan puluhan awak media di Provinsi Banten. Dalam kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Banten juga memberikan penghargaan terhadap awak media.

Eko mengatakan, perlindungan jaminan sosial tidak saja menjadi tanggungjawab dari perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja formal, namun selayaknya perlindungan tersebut juga berhak didapatkan pekerja dari sektor informal atau pekerja rentan. Ketika kita memutuskan pilihan untuk berkarya dan bekerja, ada resiko yang harus dihadapi, diantaranya kecelakaan, sakit, bahkan kematian. Untuk itu pentingnya perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

“Untuk memberikan kesadaran betapa pentingnya jaminan sosial itu adalah tangungjawab kita semua. Jadi, kita harus terus membangun kesadaran untuk mendapatkan perlindungan. Kesadaran itu terkadang muncul ketika resiko terjadi, itu yang tidak kita inginkan. Kita ingin membangun kesadaran ketika resiko itu belum muncul atau terjadi dan itu tugas kita semua,” ujar Eko.

Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan data BPS tahun 2018, angkatan kerja yang ada di Provinsi Banten ada sekitar 5,6 juta yang terbagi dalam dua sektor yaitu formal sekitar 2,9 juta dan informal sekitar 2,7 juta. Dari angkatan kerja tersebut, yang sudah terdaftar untuk tenaga kerja formal/penerima upah sekitar 2,8 juta pekerja dan sisanya pekerja informal atau pekerja bukan penerima upah.

“Kami terus melakukan upaya-upaya menyasar pekerja informal salah satunya melakukan kolaborasi dengan industri dan berbagai lembaga begitu juga perusahaan yang belum mendaftarkan pekerjanya. Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan secara bertahap terus menggaet peserta dari sektor formal yang belum tercover. Diharapkan teman-teman media juga dapat menginformasikan akan pentingnya perlindungan jaminan sosial tersebut,” ujar Eko. (KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here