Perjalanan Dinas DPRD Banten Diminta Diinvestigasi

SERANG, (KB).- Anggaran perjalanan dinas DPRD Banten yang sudah menjadi sorotan oleh masyarakat, diminta diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Permintaan itu disampaikan sejumlah mahasiswa tergabung dalam Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI) Korwil Banten, yang mendatangi Kantor DPRD Banten, Selasa (2/7/2019).

Berdasarkan pantauan, audiensi puluhan mahasiswa ini seharusnya bisa diterima oleh Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah. Namun saat tiba di ruang kerja, politisi PDI Perjuangan itu langsung meninggalkan gedung dewan tanpa memberikan alasan apapun kepada mahasiswa.

“Kami sudah mengirimkan surat dari hari Jumat ke Sekwan. Rencananya, hari ini (kemarin) kami mau audiensi sama ketua dewan. Tapi pas mau kami temui, Pak Ketua langsung pergi keluar,” kata Ketua FL2MI Korwil Banten Yudi Akhyudin kepada wartawan.

Yudi menjelaskan, tujuannya beraudiensi untuk meminta salinan surat perjalanan dinas (SPJ) menjadi sorotan sejumlah pihak. Namun, usaha Yudi beserta mahasiswa lain rupanya nihil. Untuk meminta salinan yang menjadi temuan BPK tersebut, dia bahkan beberapa kali dilempar secara tak jelas.

“Enggak jelas, kami dilempar sana sini. Padahal kami datang udah sesuai prosedur. Tadi pas nyampe, disuruh ke humas. Nyampe di sana, diarahkan ke keuangan. Tapi pas kita samperin, kabagnya enggak ada,” ujarnya.

Baca Juga : Perjalanan Dinas DPRD Banten Dikoreksi

Pihaknya mengaku kecewa atas sikap yang ditunjukkan Sektetariat DPRD Banten. Padahal, semua mekanisme untuk meminta informasi publik itu sudah dia tempuh sesuai prosedur.

“Kami sudah mengirimkan surat sebelumnya, tapi kok enggak direspons. Itu kan informasi publik yang bisa di akses luas. Termasuk kami sebagai mahasiswa dan masyarakat Banten. Kami meminta agar BPK dan KPK untuk melakukan audit investigasi terhadap hal ini,” ucapnya.

Ditemui terpisah, Kabag Aspirasi dan Humas Sekretariat DPRD Banten, Heryana, memastikan bahwa pihaknya akan segera membahas permintaan sejumlah mahasiswa atas salinan perjalanan dinas tersebut. Ia pun mengapresiasi langkah yang ditempuh para mahasiswa, karena itu merupakan informasi publik yang bisa diakses oleh masyarakat.

“Iyah, itu bagus. Berarti ada kepedulian. Intinya, mulai besok (hari ini) di rapim segera kita bahas sesuai. Tapi untuk yang lain (terkait dana fantastis perjalanan dinas DPRD Banten), saya enggak tahu menahu. Itu kan sudah ada di aturannya,” tutur Heryana. (Rifat Alhamidi/SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here