Senin, 19 Februari 2018

Peringati Hari Santri dengan Istigasah Akbar

BERTEPATAN dengan tanggal 9 Muharram 1437 Hijriyah, pada tanggal 22 Oktober 2015, Presiden Joko Widodo mengeluarkan keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri. Tahun 2017, merupakan tahun ketiga, bagi warga Nahdiyin dan seluruh rakyat Indonesia memperingati Hari Santri.

Sebagai bukti pengakuan negara atas jasa para ulama dan santri dalam perjuangan merebut, mengawal, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan. Di Kabupaten Lebak, peringatan hari santri diikuti oleh ribuan jemaah yang berasal dari santriawan/santriwati, para ulama dan masyarakat dalam kegiatan Istigasah Akbar dalam memperingati Hari Santri Nasional 2017, yang digelar di kompleks perkantoran halaman Kecamatan Malingping, Ahad (22/10/2017).

Acara yang digagas oleh pengurus Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Lebak dan PAC Ansor Malingping itu dihadiri oleh Wakil Bupati Lebak H. Ade Sumardi, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Anggota DPR RI Hj. Vivi Sumantri Jayabaya dan H. Ace dan para pimpinan pondok pesantren.

Wakil Bupati Lebak H. Ade Sumardi mengingatkan, jemaah tentang Resolusi jihad KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Sejak masa perjuangan, peran para ulama dan kiai khususnya santri di lingkungan pesantren, dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, tak bisa diabaikan apalagi dihapuskan.

Untuk itu, wakil bupati mengajak para santri agar berevolusi dalam segi pola pikir yang tadinya para santri berpikir hanya sekadar mampu membaca Alquran dan kitab-kitab keagamaan, kini para santri harus mampu meningkatkan sumber daya manusianya dalam segala bidang aspek kehidupan, ekonomi, politik, pemerintahan, keuangan dan lain-lain.

“Sekarang santri tidak cukup hanya mampu membaca kitab saja, tetapi harus mampu meningkatkan SDM dan mengisi segala sektor kehidupan seperti pemerintahan agar mampu membuat kebijakan-kebijakan yang berlandaskan kesejahteraan dan kemanfaatan bagi umat,” kata Wabup Ade Sumardi.

Wakil Bupati menjelaskan, persaingan antarnegara khususnya yang ingin merusak dan menghancurkan Negara Republik Indonesia sudah tidak lagi perang menggunakan senjata. Namun dengan cara-cara seperti mengadu domba antar elemen masyarakat dan merusak sumber daya generasi muda bangsa dengan obat-obat terlarang seperti narkoba.

Camat Malingping, Sukanta menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat khususnya PC GP Ansor Lebak yang telah menggagas acara istigasah akbar ini dan seirama dengan wakil bupati. Sukanta juga mengungkapkan, kemerdekaan Republik Indonesia tidak luput dari perjuangan para alim ulama dan para santri seantero nusantara.

“Di Bumi Multatuli kita ini, Islam terus selalu kita kumandangkan dalam rangka menjaga keutuhan negara Republik Indonesia,” kata Sukanta. Ketua PC GP Ansor Lebak Ade Bujhaerimi sekaligus ketua panitia acara Istigasah Akbar ini meminta kepada pemerintah agar para santri tidak hanya dihitung akan tetapi di perhitungkan. (Dini Hidayat)***


Sekilas Info

Puluhan Sekolah Rusak Akibat Gempa, Disdikbud Tunggu Respons Kemendikbud

LEBAK, (KB).- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) R I, hingga saat ini belum merealisasikan bantuan untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *