Peringati Hari Kontrasepsi Sedunia, BKKBN Banten Gelar Senam Gemufamire

SERANG, (KB).- Dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Banten menggelar senam Gemufamire yang diikuti seluruh pegawai BKKBN Perwakilan Provinsi Banten dan mitra kerja, di halaman kantor BKKBN Banten, di KP3B, Kota Serang, Jumat (20/9/2019).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten, Dra. Hj. Sitti Ma’ani Nina, M.Si, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Banten, Perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Banten, OPD KB dan mitra kerja.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, Aan Jumhana menyampaikan, bahwa hari kontrasepsi sedunia diperingati secara rutin setiap tanggal 26 September. Peringatan tahun ini bertema ‘Meningkatkan Pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi Guna Mencapai Indonesia Sehat’.

“Peringataan Hari Kontrasepsi Sedunia ini rutin digelar setiap tahun. Salah satu rangkaian kegiatannya adalah senam Gemufamire. Sebelumnya, kami bersama mitra juga telah menyelenggarakan kegiatan seminar kesehatan reproduksi, gebyar pelayanan KB MKJP di 8 kabupaten/kota di Banten,” ujar Aan.

Aan mengatakan, bahwa pihaknya sangat mengapresiasi seluruh kabupaten kota di Banten yang telah berpartisipasi dalam melakukan gebyar pelayanan KB. Selama 1,5 bulan (1 Agustus – 15 September 2019), untuk pelayanan KB MKJP sebanyak 4.054 akseptor dan Kabupaten Lebak mendapat akseptor terbanyak yaitu 842 akseptor.

“Terima kasih kepada seluruh kabupaten kota dan mitra kerja dan selamat kepada Kabupaten Lebak yang telah berhasil mendapat akseptor terbanyak pada periode peringatan hari kontrasepsi,” ujar Aan.

Ia mengungkapkan, bahwa peran mitra kerja sangat berpengaruh terhadap pencapaian program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

“Kami berharap para mitra kerja terus membantu dalam hal mengedukasi masyarakat khususnya PUS untuk meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi terutama dalam penggunaan alat kontrasepsi,” ujar Aan.

Sementara itu, Kepala DP3AKKB Provinsi Banten, Sitti Ma’ani Nina menyampaikan bahwa pihaknya juga memiliki program, di antaranya melakukan pengembangan desain program, pengelolaan dan pelaksanaan advokasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE), pengendalian penduduk dan KB sesuai kearifan budaya lokal.

Kemudian, melakukan pemberdayaan dan peningkatan peran serta organisasi kemasyarakatan tingkat provinsi dalam pengelolaan pelayanan dan pembinaan kesertaan program KB, pengelolaan pelaksanaan desain program pembangunan keluarga melalui pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga, serta pemberdayaan dan peningkatan peran serta organisasi kemasyarakatan tingkat provinsi dalam pembangunan keluarga melalui pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga.

“Dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya, DP3AKKB Provinsi Banten mendukung tiga (3) misi Provinsi Banten, di antaranya menciptakan tata kelola pemerintah yang baik (Good Governance), menciptakan akses dan pelayanan pendidikan berkualitas, serta menciptakan akses dan pelayanan kesehatan berkualitas sesuai dengan visi misi Provinsi Banten yaitu ‘Banten yang Maju, Mandiri, Berdaya Saing, Sejahtera, dan Berakhlakul Karimah’, ujar Nina. (KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here