Sabtu, 17 November 2018
Anggota kepolisian mengamankan mahasiswa yang melakukan aksi bakar ban saat unjuk rasa di depan Kampus UIN SMH Banten, Senin (15/1/2018). Aksi unjuk rasa peringatan Malari (Malapetaka 15 Januari) tersebut berakhir ricuh.*

Peringati 44 Tahun Malari: Demo Ricuh, Empat Mahasiswa Diamankan

SERANG, (KB).- Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Sudirman (KMS) 30 melakukan aksi refleksi memperingati Hari Malapetaka Lima Belas Januari (Malari) di depan Kampus UIN SMH Banten, Senin (15/1/2018). Aksi tersebut berakhir ricuh dan empat mahasiswa diamankan petugas Polres Serang Kota.

Pantauan Kabar Banten, aksi peringatan Malari tersebut awalnya berjalan damai, belasan mahasiswa memulai aksinya dengan membawa spanduk bertuliskan “Mosi tidak percaya atas rezim Jokowi-JK”. Mereka melakukan aksi tutup mulut dengan menggunakan lakban. Namun, saat beberapa orang massa aksi membakar ban bekas, polisi langsung menghampiri dan memadamkan api. Cekcok antara polisi dan mahasiswa terjadi aksi hingga akhirnya empat mahasiswa diamankan dan dibawa ke mobil polisi.

Seorang aktivis, Saptaji mengatakan, aksi refleksi tersebut untuk mengkritik Pemerintahan Jokowi-JK. Menurut dia, pembangunan yang dilakukan Pemerintahan Jokowi-JK tidak pro terhadap rakyat kecil. “Situasi nasional saat ini begitu genting dan memang Indonesia tidak sedang dalam keadaan baik-baik saja. Banyak permasalahan yang dapat kami lihat secara jelas, di antaranya pendidikan saat ini yang memang tidak gratis, ilmiah, dan demokratis.

Kemudian, adanya ancaman hegemoni militer dalam kehidupan masyarakat,” katanya, kepada wartawan. Menurut dia, Pemerintahan Jokowi-Jk bertindak sewenang-wenang atas kebijakan yang diambilnya tanpa memerhatikan kepentingan rakyat kecil. “Saat ini, pemerintah tidak melibatkan rakyat dalam setiap keputusan atau kebijakan yang dilaksanakannya,” ujarnya.

Kapolres Serang Kota, AKBP Komarudin menuturkan, keempat mahasiswa yang sempat diamankan pihak kepolisian hanya diperingati dan saat ini sudah dipulangkan. “Sudah bikin pernyataan, kami peringatkan jangan sampai terulang. Intinya kalau aksi silakan siapa pun boleh-boleh saja, tapi kalau sudah bakar-bakar itu korelasinya apa, hubungannya apa, itu kan nyari-nyari masalah. Jaga ketertiban umum, untuk berikutnya kalau masih ngulangin lagi ya kami berikan tindakan tegas,” ucapnya, saat dihubungi Kabar Banten.

Peristiwa Malari adalah aksi besar pertama pada rezim Orde Baru. Di mana sejumlah mahasiswa berdemonstrasi menolak masuknya modal asing di tengah krisis ekonomi pada 15 Januari 1974. Demonstrasi tersebut disertai dengan pembakaran, kerusuhan, serta penjarahan di Jakarta.
Pada kerusuhan tersebut, belasan orang meninggal dunia dan ratusan orang mengalami luka-luka. (Masykur/Job)***


Sekilas Info

Jika Tetap di Rp 40 Miliar, Pemkab Serang akan Mengembalikan Bankeu

SERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang tetap akan mengembalikan bantuan keuangan (Bankeu) dari provinsi jika tetap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *