Senin, 23 Juli 2018

Peringatan May Day di Banten, Buruh Terusik Tenaga Kerja Asing

SERANG, (KB).- Selain masih menyuarakan perusahaan yang tidak jalankan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), persoalan tenaga kerja asing (TKA) menjadi sorotan para buruh di Banten yang memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day, Selasa (1/5/2018). Ribuan buruh dari berbagai aliansi se-Kabupaten Serang yang memperingati Hari Buruh Internasional di Kawasan Industri Modern Cikande, Selasa (1/5/2018), menyoroti tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia.

“Untuk tenaga kerja asing yang datang ke Indonesia seharusnya hanya yang memiliki keahlian. Sedangkan untuk pekerjaan yang tidak memerlukan keahlian khusus, bisa diberikan kepada masyarakat lokal yang memiliki wilayah,” kata Ketua Serikat Pekerja Mandiri Forum Komunikasi Kesejahteraan Masyarakat, Hendri Gunawan.

Meski Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) harus dijalankan, namun perlu dipilah. Menurut dia, tidak menjadi persoalan jika TKA yang didatangkan untuk pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus. “Karena memang, kita juga yang punya skill masih kekurangan. Jadi mangga saja. Tapi kalau misalnya yang unskill, bisa dikerjakan oleh para buruh, kenapa enggak,” ucapnya.

Selain itu, kata dia, persoalan PHK juga masih sering terjadi. Meski demikian, dirinya mengaku belum tahu pasti berapa jumlah karyawan yang telah menjadi korban PHK di wilayahnya saat ini. “Berapanya itu belum tahu pasti, kalau ratusan lebih. Pastinya belum tahu perusahaan mana saja,” ucapnya. Dia tidak menampik beberapa perusahaan, khususnya di Serang Timur yang masih membandel atau tidak menjalankan aturan normatif. “Contoh karyawan harusnya UMK, tapi tidak menjalankan,” tuturnya.

Pengawasan lemah

Selama ini, para buruh pun sudah sering menyampaikan keluhannya hanya saja masih belum diindahkan. Oleh karena itu, menurut dia, peran dari pengawasan Provinsi Banten sangat penting agar aturan bisa berjalan. Sebab selama ini, peran pengawas provinsi masih kurang optimal atau lemah. Namun, pihaknya memaklumi pengawasan yang masih lemah tersebut karena jumlah pengawas yang terbatas.

“Mungkin karena mereka juga kurang orang. Cuma saya mau gimana lagi, teman-teman pada mengeluh,” katanya. Pihaknya berencana melakukan audiensi ke pengawasan Provinsi Banten untuk membicarakan masalah tersebut. “Rencana teman-teman nanti setelah lebaran, aliansi mau bicara dan turun ke pengawasan provinsi. Mau menanyakan seperti apa,” ujarnya.

Hal yang sama disampaikan ratusan buruh dari delapan serikat buruh di Kota Cilegon yang merayakan Hari Buruh Internasional, di depan Kompeks Perkantoran Pemkot Cilegon, Selasa (1/5). Pada perayaan May Day itu, buruh juga menyoroti tenaga kerja asing.

Dalam acara peringatan buruh internasional itu, hadir dari jajaran Pemkot Cilegon yakni Plt Wali Kota Cilegon Edi Ariadi, Sekda Kota Cilegon Sari Suryati, Asda I Kota Cilegon Taufiqurrohman, Kepala Disnaker Cilegon Bukhori.  Kegiatan itu juga dihadiri Kapolda Banten Brigjen Pol. Listyo Sigit Prabowo, Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso, Dandim 0623 Cilegon Letkol Inf. Donny Pramono, Ketua Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi, Pertambangan dan Umum (F-SPKEP) Kota Cilegon, Rudi Sahrudin, serta para ketua serikat buruh di Kota Cilegon. Selain menyoroti tenaga kerja asing, para buruh di Kota Cilegon juga mempersoalkan kebijakan pemerintah pusat terkait pengambilalihan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dari Disnaker Cilegon ke pusat.

Ketua F-SPKEP Cilegon, Rudi Sahrudin dalam orasinya mengatakan, Disnaker Cilegon telah kehilangan peran pengawasan, setelah PPNS dari dinas ditarik ke pusat. Padahal menurutnya, peran PPNS di Disnaker Cilegon sangat sentral guna penyelesaian sejumlah persoalan-persoalan ketenagakerjaan di Kota Cilegon.

“Kami berharap Pak Plt Wali Kota Cilegon memikirkan kondisi saat ini. Terlebih lagi ketika peran PPNS diambil alih oleh Provinsi Banten. Disnaker Cilegon seolah-olah kehilangan mata dan telinga. Dinas ini kesulitan untuk menangani persoalan-persoalan ketenagakerjaan di industri karena PPNS-nya telah ditarik ke pusat,” ucap Rudi.

Rudi menuturkan, tidak adanya PPNS di Disnaker Cilegon membuat Pemkot Cilegon harus ekstra keras menciptakan kondusivitas di Kota Cilegon. Sebab, persoalan-persoalan ketenagakerjaan sering kali muncul di sejumlah industri di Kota Cilegon. “Kami meminta Pemkot bisa menjaga keamanan dan kenyamanan para buruh. Peran pemerintah dalam mendukung kesejahteraan masyarakat buruh di Kota Cilegon sangat krusial,” tutur Rudi.

Sementara itu, Kapolda Banten Brigjen Pol. Listyo Sigit Prabowo mengatakan, buruh bersama pihak-pihak terkait harus kompak menghadapi MEA. Sebab, kebijakan multilateral yang melibatkan 10 negara anggota ASEAN ini, menjadikan Indonesia khususnya Kota Cilegon menjadi salah satu wilayah incaran pencari kerja asing.

“Saat ini kita sudah masuk pada kompetisi global. Persaingan tidak hanya antar pencari kerja asal lokal, tapi dengan pencari kerja asing. Jika kita mampu bersaing dengan orang asing, maka lahan kerja di Cilegon akan menjadi milik kita. Tidak menutup kemungkinan jika lahan kerja luar negeri pun milik kita. Tapi jika sebaliknya yang terjadi, bisa-bisa lapangan kerja Cilegon akan menjadi pasar mereka,” katanya.

Kapolda pun mengingatkan untuk bisa menjaga kondusivitas antara buruh dengan industri. Sebab menurutnya, hubungan kedua belah pihak itu sama halnya seperti antara orangtua dengan anak. “Buruh harus bisa memikirkan kemajuan industri, karena kesejahteraan buruh sangat bergantung pada kemajuan industri. Buruh dan industri ini layaknya ayah dengan anak. Maka itu, buruh wajib menjaga kondusivitas,” ujarnya.

Pada bagian lain, Plt Wali Kota Cilegon Edi Ariadi mengapresiasi jalannya acara May Day yang berlangsung kondusif. Setiap hari buruh, para buruh melakukan aksi di Jakarta untuk menuntut kesejahteraan. “Saya apresiasi para buruh di Cilegon yang mau melakukan kegiatan di halaman Kantor Wali Kota Cilegon,” ucapnya.

Terkait kebijakan PPNS yang diambil alih oleh pusat, menurut Edi, hal tersebut tidak bisa diganggu gugat. Namun meski telah diambil pusat, Disnaker Cilegon tetap memiliki hak melakukan pengawasan dan penindakan kepada perusahaan yang bermasalah dengan ketenagakerjaan. “Meski diambil alih pusat, Disnaker Cilegon tidak hanya tinggal diam. Disnaker bisa berperan dalam pengawasan maupun penindakan,” tuturnya.

Diisi lomba

Berbeda dengan Kabupaten Serang, peringatan Hari Buruh Internasional di Tangerang Raya diisi dengan berbagai perlombaan dan doorprize. Di Kota Tangerang, buruh memusatkan perayaan May Day tersebut di Lapangan Alun-alun Ahmad Yani, Kota Tangerang. Massa telah memadati lokasi tersebut sejak pukul 07.00. Panggung megah pun terlihat di lapangan. “Sebagian buruh kami juga bergerak ke Jakarta. Tetapi mereka yang tidak berangkat kami adakan di Ahmad Yani,” kata Ketua Panitia May Day 2018 Kota Tangerang, Siswo Sujarno.

Sementara, di Kabupaten Tangerang, pemerintah daerah menggelar berbagai macam perlombaan. Salah satunya, lomba mancing yang dibuka Penjabat Bupati Tangerang, Komarudin, di danau Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang, Tigaraksa. Ketua pelaksana kegiatan, Agus Darsana mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bukti sinergitas antara buruh, pengusaha dan Pemkab Tangerang. Tak kurang 1.000 peserta turut serta dalam kegiatan itu.

“Ada beberapa syarat yang harus diikuti, seperti id card identitas buruh untuk mendapat nomor peserta (perlihatkan KTP-el jika selain buruh). Waktu lomba mancing dibuka hingga pukul 16.00, umpan mancing bebas, dilarang menyilang umpan pancing, dan lokasi lomba mancing dilaksanakan di danau Pemkab Tangerang,” kata perwakilan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Citra Raya, Kabupaten Tangerang ini.

Tak hanya lomba mancing, peringatan May Day ini diisi juga bakti sosial donor darah dan konsultasi kesehatan gratis, serta perlombaan lainnya yaitu lomba bulu tangkis, catur, sepak bola dan bola voli.”Acara hari buruh ini puncaknya pada tanggal 8 Mei 2018 di halaman Kantor Disnaker Kabupaten Tangerang. Doorprize 8 buah motor, sepeda gunung, kulkas, TV, magic com, blender,” ucapnya.

Pj Bupati Tangerang, Komarudin, dalam sambutanya mengatakan, May Day diselenggarakan untuk masyarakat, khususnya seluruh para buruh yang ada di Kabupaten Tangerang. Hal itu dapat dijadikan sebuah momentum, inovasi, dan meningkatkan kesejahteraan serta meningkatkan kinerja buruh. “Saya berharap kegiatan may day ini dapat berkelanjutan dan lebih semarak lagi, jadilah buruh yang produktivitas,” tuturnya.

Sedangkan di Tangsel, sebagai kota perdagangan dan jasa, para buruh merayakan May Day dengan kegiatan senam dan lomba futsal di kawasan Ocean Park, BSD Serpong. Acara itu dihadiri Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany.
Wali Kota Tangsel dua periode ini berharap dengan memperingati hari buruh internasional akan terus menambah semangat untuk terus bekerja, berkarya dan bekerja secara profesional dalam bidangnya masing-masing.

“Kita sadar betul bahwa kondisi Indonesia saat ini. Tentu kita berharap dengan memperingati hari buruh ini, ada kolaborasi dan kerja sama. Kami pemerintah adalah fasilitator, ada buruh berarti ada pengusahanya. Bagaimana kita menjembatani ini semua, sehingga bisa berkomunikasi dengan baik,” katanya.

Sementara Sekretaris Umum Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) sekaligus Ketua Panitia May Day, Vanny Sompie menjelaskan, kegiatan ini untuk membangun kebersamaan. “Kita pakai hari ini sebagai hari kebersamaan para buruh. Disini juga bisa membangun sinergi buruh dengan pemerintah maupun perusahaan,” tuturnya.
Aman dan kondusif

Sementara itu, Hari Buruh Internasional di Kota Serang di Alun-alun Barat Kota Serang, Selasa (1/5). Acara itu diramaikan dengan berbagai kegiatan seperti donor darah, pemeriksaan dan pengobatan gratis, pemeriksaan gula darah secara gratis, bazar serta senam bersama. Wali Kota Serang, Tb. Haerul Jaman meminta untuk tetap mengedepankan hubungan industrial dengan pemerintah. Hal tersebut agar terjalin yang harmonis dan saling menguntungkan antara pekerja, pengusaha dan pemerintah.

“Alhamdulillah tahun ini peringatan Hari Buruh Internasional ini dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan mengedepankan hubungan industrial yang harmonis dan saling menguntungkan antara pekerja, pengusaha dan pemerintah,” ujar wali kota.

Di Lebak, ratusan buruh yang berasal dari 22 perusahaan di Kabupaten Lebak mengikuti turnamen futsal dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lebak. Turnamen futsal yang digelar sejak Sabtu (28/4/2018) dan diikuti oleh 22 perusahaan itu, ditutup secara resmi oleh Asda II Pemkab Lebak, Budi Santoso, bersama Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Lebak Mas Yogi Rochmat, serta kepala Disnakertrans, Maman Suparman di lapangan Futsal Cempa, Selasa (1/5/2018).

Kepala Disnakertrans Kabupaten Lebak Maman Suparman menyatakan, turnamen futsal itu merupakan hasil kesepakatan dan koordinasi dengan serikat buruh maupun perwakilan perusahaan sebagai bentuk peringatan May Day. Terpisah, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Lebak Mas Yogi Rochmat menyatakan, kegiatan May Day di Kabupaten Lebak selalu diisi dengan berbagai kegiatan positif. (TIM/KB)*


Sekilas Info

Sungai Ciujung dan Cidurian Kembali Menghitam, Warga Ancam Demo

SERANG, (KB).- Dua aliran sungai besar di wilayah Serang utara yakni Sungai Ciujung dan Cidurian yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *