Peringatan Maulid Nabi di Masjid Raya Al-Bantani, WH: Hentikan Ujaran Kebencian

SERANG, (KB).- Gubernur Banten Wahidin Halim mengajak warga Banten menghentikan ujaran kebencian terhadap sesama umat manusia. Ajakan itu disampaikan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama Ustadz Adi Hidayat di Masjid Raya Al-Bantani, KP3B, Curug, Kota Serang, Rabu (28/11/2018).

Dalam sambutannya, WH mengatakan warga Banten harus bisa meneladani sikap yang ditunjukan oleh Nabi Muhammad SAW. Contoh termudah yang bisa diteladani dari sikap itu, kata dia, tidak melakukan ujaran kebencian dan saling fitnah terhadap sesama umat manusia.

“Saya dan Pak Wagub mempunyai misi untuk menjadikan warga Banten berahlaqul karimah. Bukan warga yang benci satu sama lain dan salin menghujat, tetapi warga yang santun dan warga yang melaksanakan ibadah dengan baik,” kata WH dihadapan ribuan jamaah yang hadir dalam tablig akbar tersebut.

Pada peringatan Maulid Nabi Muhammad itu, WH mengaku sengaja mengundang penceramah Ustad Adi Hidayat. Selain mengagumi isi ceramah ustad muda keturunan Kabupaten Pandeglang itu, ia juga berharap agar isi ceramah yang disampaikannya bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Sengaja saya mengundang Ustadz Adi Hidayat, karena saya salah satu penggemar beliau. Hari ini, Rabu (28/11/2018), kita dengarkan bersama tausiah beliau, dan ilmunya bisa kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Selain itu, WH juga mengungkapkan bahwa sejak dua bulan yang lalu telah membuat surat edaran bagi seluruh ASN dan pegawai di lingkungan Pemprov Banten. Edaran itu berisi agar pegawai melaksanakan salat berjamaah di Masjid Raya Al-Bantani. “Alhamdulilah sekarang masjid ini sudah ramai untuk sholat berjamaah,” ujarnya.

Dia berpesan kepada para pejabat agar di setiap rapat, bisa menghentikan sementara aktivitasnya apabila sudah memasuki waktu salat. “Kalau sudah adzan, hentikan dulu rapatnya dan segera menuju masjid untuk melaksanakan solat berjamaah,” tutur WH.

Puji WH

Sementara itu, Ustadz Adi Hidayat dalam ceramahnya memuji langkah kepemimpinan WH yang membuat surat edaran agar seluruh pegawai Pemprov Banten melaksanakan salat berjamaah. Menurutnya, keputusan itu merupakan hal yang tepat untuk memberikan contoh teladan kepada para pegawai di lingkungan pemerintahan.

“Hebatnya bukan cuma pegawainya yang ditekankan agar salat berjamaah, tapi gubernurnya juga datang ke mesjid memberi contoh dan menjadi contoh,” katanya.

Ustadz yang menyampaikan materi ceramah dengan bahasa yang mudah dipahami dan memiliki metode yang unik ini, juga mengimbau kepada para pejabat di lingkungan Pemprov Banten agar melakukan kinerja yang maksimal dalam melayani masyarakat. Sebab menurutnya, jabatan yang saat ini diterima merupakan amanat dari Allah SWT.

“Sifat Nabi Muhammad harus selalu kita teladani. Beliau tidak pernah membeda-bedakan umatnya. Begitu juga dengan jabatan yang saat ini kita miliki, itu semua merupakan berkah dan amanah yang suatu saat akan diminta pertanggungjawabannya oleh Allah SWT,” ujar Ustadz Adi.

Pada kesempatan itu, tablig akbar dibanjiri oleh jamaah dari berbagai daerah di Provinsi Banten. Hadir pula Wakil Gubernur Andika Hazrumy, Ketua MUI Banten AM Romly dan para kepala OPD di lingkungan Pemprov Banten. Bahkan, WH memberikan bonus umroh gratis kepada dua jamaah tablig akbar. Kedua orang itu merupakan santri di salah satu pondok pesantren di Kota Serang dikarenakan bisa menghafal 30 Juz Alquran. (Rifat Alhamidi/SJ)*

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here