Peringatan ke-94 Harlah NU, PCNU Cilegon Agendakan Istigasah Akbar

CILEGON, (KB).- Untuk menyemarakan peringatan ke-94 Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (31 Januari 1926-31 Januari 2020), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PWNU) Kota Cilegon telah mengagendakan Istigasah Akbar di alun-alun Kota Cilegon, Jumat (31/01/2020).

Sehubungan itu, para Nahdliyin di Kota Cilegon dan sekitarnya diimbau untuk ikut menyemarakkan acara tersebut.

“Tujuan kegiatan perayaan Harlah NU tersebut, memohon pertolongan kepada Allah agar keluarga, masyarakat dan bangsa kita hidup aman, damai, makmur, ‘baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur’,” kata Ketua Panitia Harlah NU Kota Cilegon Umar Barmawi, Rabu (29/1/2020).

Dia menuturkan, dalam istigasah nani, akan mendoakan para ulama, pejuang, syuhada shalihin yang merupakan perintis kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu juga doa bersama agar masyarakat Cilegon hidup rukum,aman dan damai.

Dia mengatakan, instruksi agar kaum Nahdliyin datang ke acara tersebut juga berlaku untuk seluruh pengurus NU dari anak ranting hingga Pengurus Cabang NU, serta pengurus Badan Otonom NU mulai ranting, serta warga NU di Kota Cilegon dan sekitarnya.

Rencananya, Istigasah tersebut dihadiri Abuya Muhtadi, Gus Miftah, Kyai Peci dan lainnya. Peringatan Harlah NU tahun ini mengusung tema “Budaya Sebagai Infrastruktur Penguatan Paham Keagamaan”.

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Cilegon Hifdullah menuturkan, sebagai hamba Allah harus senantiasa bermunajat dan berdoa agar bangsa ini selalu diberikan keselamatan, keberkahan, kesejahteraan dan kebaikan, serta Allah memberikan perlindungan terhadap kelestarian paham Aswaja (Ahlusunnah Wal Jama’ah) yang telah mengukuhkan dan meneguhkan Bangsa Indonesia selama ini.

“Harlah NU ini hendaknya dijadikan sebuah momen bagi kaum Nahdliyin,karena perjuangan kami terhadap NU tidak lain hanya untuk meneruskan cita-cita para ulama pendiri NU, agar kelak di akhirat kita semua dikumpulkan dalam gerbong para ulama,” ujarnya.

Menurut Hifdullah, kegiatan tersebut sudah berdasarkan kaidah fiqih, darul mafasid muqadamun ala jalbil mashalih, yakni mencegah dampak yang tak diharapkan lebih penting dari pada kemeriahan seremonial.

“Kemashalahatan untuk kepentingan umum harus didahulukan dari pada kepentingan golongan. Saya berharap acara tersebut berjalan dengan lancar tanpa hambatan,” ujarnya. (HS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here