Sabtu, 24 Februari 2018
Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya berpose dengan sejumlah anak pada peringatan Hari Anak Nasional 2017 dengan mengusung tema "Perlindungan Anak Dimulai Dari Keluarga dan Meluncurkan Kabupaten Lebak Layak Anak” di Pendopo Setda Lebak, Jumat (17/11/2017).*

Peringatan Hari Anak Nasional 2017, Lebak Kota Layak Anak Diluncurkan

LEBAK, (KB).- Bupati Lebak Hj. Iti Octavia Jayabaya didampingi Wakil Bupati Lebak H. Ade Sumardi beserta jajaran menghadiri sekaligus meluncurkan (launching) Kabupaten Lebak Layak Anak. Kegiatan yang merupakan bagian dari peringatan Hari Anak Nasional 2017 dengan mengusung tema “Perlindungan Anak Dimulai Dari Keluarga” itu digelar di Pendopo Setda Lebak, Jumat (17/11/2017).

Acara launching Kabupaten Lebak sebagai kota layak anak dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2017, dihadiri ratusan anak dari berbagai lembaga pendidikan anak di Kabupaten Lebak dan dimeriahkan dengan berbagai hiburan tari, puisi, teather dan lainnya yang dibawakan langsung oleh anak-anak dari mulai anak tingkat pendidikan dini (PAUD) hingga siswa SLTA.

Dalam sambutannya, Bupati Iti mengatakan, sebagai tunas, potensi, dan generasi masa depan penerus cita-cita perjuangan bangsa, setiap anak memiliki hak hidup, sekaligus tumbuh dan berkembang sebagai upaya mewujudkan anak-anak Kabupaten Lebak yang sehat, berkualitas dan berakhlakul karimah.

“Komitmen kita dalam rangka mewujudkan Lebak menuju kota layak anak tidak hanya sebatas memenuhi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 dan Perda Nomor 8 Tahun 2013 tentang perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan di Kabupaten Lebak. Akan tetapi, yang sangat mendasar adalah wujud pertanggungjawaban kita untuk memastikan bahwa anak wajib mendapatkan jaminan perlindungan, jaminan kasih sayang, bahkan harus terhindar dari berbagai tindak kekerasan, perlakuan deskriminasi, termasuk tindak pidana perdagangan orang (Humas Trafiking),” kata Bupati Iti.

Bupati menegaskan, salah satu fokus perhatian Pemkab adalah perhatian kepada ibu hamil yang harus dijaga, dicukupkan gizinya, pemeriksaan secara rutin dan harus dipastikan bersalinnya oleh pihak medis seperti dokter atau bidan terlatih dan anak harus mendapatkan asi eklusif selama 2 tahun. “Saya perintahkan seluruh organisasi perangkat daerah, termasuk Tim Pokja Layak anak Kabupaten Lebak untuk melaksanakan sesuai tupoksinya terhadap kebutuhan hak anak, termasuk anak yang berkebutuhan khusus,” ujar bupati.

Bupati juga berpesan kepada seluruh orangtua di Kabupaten Lebak kiranya harus melindungi, mengasuh dan memelihara, mengajarkan pendidikan karakter dan penanaman nilai budi pekerti luhur. Sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan hindari perkawinan pada usia dini anak.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) H. Tajudin Yamin mengatakan, tujuan peringatan Hari Anak Nasional adalah memperkokoh komitmen terhadap upaya menghormati hak anak, menjamin dan melindungi anak dari berbagai tindak kekerasan, meningkatkan perhatian dan menciptakan ruang dan gerak kasih sayang.

“Jumlah anak di Kabupaten Lebak sebanyak 390.121 jiwa baik yang telah lahir dan yang masih didalam kandungan dan seluruhnya mengharap kasih sayang, doa bahkan perlindungan dari orangtua dan kita semua terutama sesuai arahan dan kebijakan Bupati Lebak untuk menyediakan 5 zona aman bagi aman. Di antaranya, sekolah ramah anak, RS dan Puskesmas ramah anak, perusahaan peduli anak, ruang terbuka hijau, taman bermain ramah anak dan terakhir angkot ramah anak,” kata Tajudin. (ND/Lugay/Job)***


Sekilas Info

Kabupaten Lebak Peroleh Bantuan 445 Rumah

LEBAK, (KB).- Kabupaten Lebak memeroleh bantuan sebanyak 445 unit rumah melalui Program Nasional Sejuta Rumah tahun …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *