Perhatian Terhadap Karya Penulis Banten, DPRD Siap Alokasikan Anggaran Penerbitan Buku

SERANG, (KB).- Komisi V DPRD Provinsi Banten berkomitmen untuk memfasilitasi karya-karya ilmiah para penulis di Banten. Salah satunya dengan komitmen untuk mengalokasikan anggaran bagi penerbitan buku.

“Kami siap untuk mengalokasikan penerbitan buku bagi penulis-penulis Banten. Kami akan masukkan dalam usulan APBD 2019,” kata Ketua Komisi V DPRD Provinsi Banten Fitron Nur Ikhsan didampingi Anggota Badan Anggaran Tb Luay Sofhani saat menerima audiensi dari sejumlah penulis Banten, Rabu (10/10/2018).

Sejumlah penulis yang hadir yakni Iip Rifai, Boyke Pribadi, H Khatib Mansur, H Oni Sanwani, M Asep Rahmatullah, Gito Waluyo, Abdul Jalla dan Rosyadi Pribadi.

Menurut Sekretaris Fraksi Golkar ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Banten selama ini sudah memfasilitasi melalui Banten Corner yang ada di gedung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Banten.

“Banten Corner akan lebih ditingkatkan lagi untuk kegiatan bedah buku dan penerbitan karya-karya penulis Banten. Di Banten Corner banyak buku-buku karya Syekh Nawawi Albantani. Alanglah baiknya jika karya-karya klasik tersebut diterjemahkan,” kata Fitron.

Ia mengatakan tradisi literasi tidak hanya mendorong masyarakat senang membaca tetapi juga gemar menulis. “Saya lebih senang jika souvenir atau cindera mata bagi para tamu luar daerah dalam bentuk buku. Saya sudah mempraktekkanya dengan memberikan buku karya saya sendiri dan respon tamu dari luar sangat bagus. Bahkan ketika saya kunjungan ke daerah luar Banten, saya dikenal karena menulis buku itu,” tuturnya.

Anggota Badan Anggaran DPRD Banten Tb Luay Sofhani mengatakan mendukung terhadap penerbitan buku untuk karya karya penulis Banten. Bahkan, kata dia, juga dukungan untuk kegiatan-kegiatan riset. Boyke Pribadi menuturkan penerbitan buku karya dari penulis Banten menjadi hal yang penting dalam rangka memperkaya khasanah keilmuan di Banten.

“Dalam istilah Yunani, verba valent scripta manen. Yakni lisan adalah sementara sementara tulisan adalah selamnya. Oleh karena itu, sangat sangat kalau banyak karya-karya ilmiah penulis Banten berserakan saja tanpa dibukukan,” kata Boyke yang juga Dosen Untirta ini.

Iip Rifai mengatakan audiensi dengan Komisi V bagian dari aspirasi sejumlah penulis artikel yang diterbitkan di HU Kabar Bante. “Audiensi ini diharapkan bisa menjadi masukan bagi DPRD dalam rangka memperhatikan karya-karya penulis Banten,” ujarnya.

H Khatib Mansur mengatakan penerbitan buku dari penulis Banten merupakan bentuk kontribusi besar bagi Banten. Oleh karena itu, kata dia, semestinya Pemprov Banten memberikan perhatian bagi karya para penulis tersebut.

Sedangkan Abdul Jalla mengusulkan agar DPRD Banten bisa memasukkan perhatian bagi karya penulis Banten dalam rancangan peraturan daerah mengenai pengelolaan perpustakaan. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here