Perencanaan JLU Dinilai Kurang Matang

CILEGON, (KB).- Anggota DPRD Kota Cilegon sekaligus Ketua Fraksi Gerindra Hasbi Sidik menyayangkan jika target pembangunan Jalan Lingkar Utara (JLU) mulur. Ia menilai mulurnya target pembangunan JLU akibat perencanaan kurang matang. “Kalau target pembangunan mundur, ini sudah jelas menandakan kurang matangnya perencanaan yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang. Apalagi dulu, Pak Wali Kota Iman Ariyadi jauh-jauh hari menargetkan awal tahun 2018, ” katanya, Ahad (15/10/2017).

Menurut dia, instansi terkait terkesan kurang koordinasi, sehingga ada perbedaan pernyataan antara Kepala PUTR dan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Padahal, semua ada mekanisme. Hal itu sebetulnya yang tidak diinginkan oleh dewan. Artinya, kata dia, bilamana sampai meleset dari target, maka anggaran yang sudah disetujui oleh dewan akan menjadi Silpa. Tentunya silpa itu akan besar dan membengkak dan sekali lagi kami menyayangkan kurang matangnya perencanaan proyek JLU.

Seharusnya, yang sudah ada di optimalkan terlebih dahulu, kemudian sebelum dimulainya pelaksanaan rencanakan dengan matang. Apalagi JLU merupakan proyek besar. Jadi, harus ada tim lintas sektoral. “Selain itu, paling tidak ada DED yang diserahkan ke dewan, karena sampai saat ini juga kami tidak tahu bagaimana lokasi pembangunannya, seperti apa nanti, panjang dan lebarnya. Kami tahu dari media saja,” ujarnya.

Sementara itu Plt Wali Kota Cilegon Edi Ariadi mengatakan, meski Pemkot menargetkan akhir tahun 2017 ini harus selesai, namun dengan adanya aturan tersebut, pihaknya akan mengikuti aturan yang ada sesuai dengan mekanisme. Seperti diketahui, Kepala Kantor BPN Kota Cilegon Kris Joko Sriyanto menuturkan, pengunduran waktu pembebasan lahan untuk pengadaan JLU tersebut sesuai dengan aturan yang telah diberlakukan oleh pemerintah pusat melalui Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nomor 6 Tahun 2015 tentang perubahan atas peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 5 tahun 2012 tentang petunjuk teknis pelaksanaan pengadaan tanah.

Sesuai aturan tersebut, lanjut Kris, maka diadakan sosialisasi terlebih dahulu untuk menginventarisasi tanah milik warga yang akan dilalui untuk pembangunan JLU. Sementara itu pernyataan yang berbeda dikemukakan oleh Kepala Dinas PUTR Nana Sulaksana yang mengatakan, saat ini pihaknya sedang membuat peta bidang dan siap melakukan apraisal.Yang artinya target pengerjaan pembangunan JLU bisa dilakukan awal tahun 2018. (HS)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here