Jumat, 22 Juni 2018
Jembatan Ciseda di wilayah Kecamatan Banjarsari Kabupaten Lebak.*

Perencanaan Diduga Asal-asalan, Proyek Jembatan Ciseda Disoal

LEBAK, (KB).- Sejumlah warga mempertanyakan proyek penggantian jembatan pada ruas jalan Saketi-Malingping, khususnya Jembatan Ciseda di wilayah Kecamatan Banjarsari Kabupaten Lebak. Hal itu beralasan karena perencanaan geometri jalannya diduga asal-asalan sehingga akan membahayakan pengguna jalan.

Salah seorang aktivis muda Lebak Selatan, Yudi mengatakan, dirinya sangat tercengang ketika melihat Jembatan Ciseda yang baru selesai dibangun karena terkesan tidak direncanakan secara matang oleh pihak berkompeten di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten. Terbukti pada bentuk fisiknya yang dinilainya tidak sesuai standar dan akan membahayakan penggunanya.

”Setahu kami setiap pelaksanaan proyek direncanakan secara matang termasuk bentuk fisiknya. Selain dapat memenuhi fungsi dasar yaitu menghasilkan infrastruktur yang aman dan efisien pelayanan lalu lintas serta memaksimalkan biaya pelaksanaan ruang bentuk dan ukuran jalan dengan baik sehingga dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada pemakainya,” ujarnya.

Menurut Yudi, saat ini Jembatan Ciseda yang hampir selesai dibangun itu menjadi gunjingan warga khususnya para pengguna karena terkesan pembangunan infrastruktur di Provinsi Banten tidak ditunjang oleh tenaga ahlinya. ”Saya juga penasaran karena banyak yang ngomong katanya di pembangunan Jembatan Ciseda terkesan tidak ada “insyur” nya. Ternyata benar setelah melihat secara langsung jembatan bentuk fisik jalan dengan jembatan tidak proporsional atau janggal. Karena ada rumah diujung jembatan dibelokkan dengan tikungan yang terlalu menukik,” katanya.

Menanggapi kondisi Jembatan Ciseda, pengamat tata ruang dan wilayah, Wahyudi kepada wartawan mengatakan, perencanaan pembangunan Jembatan Ciseda itu terkesan kurang matang dan terkesan tidak dilakukan pengukuran geometri terkait kesesuaian dengan kondisi jalur jalan.

”Saya kira antara gambar konstruksi jembatan dengan kondisi jalur jalan eksistingnya tidak ada kesesuaian,” ucapnya kepada wartawan.
Menurut Wahyudi, solusinya harus dilakukan kembali pengukuran geodesi agar hambatan yang menyebabkan jalur jalan tidak sesuai dengan posisi konstruksi jembatan dapat segera teratasi. ”Memang benar, kalau kondisi jalur seperti itu sangat membahayakan para pengendara,” ujarnya.

Sementara itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek penggantian jembatan ruas jalan Saketi-Malingping pada DPUPR Banten, Novidin kepada sejumlah wartawan mengatakan, berkaitan dengan kondisi jembatan yang dinilai membahayakan itu akan dievaluasi kembali. ”Nanti ada perbaikan geometri,” jawab Novidin singkat melalui pesan WhatsAppnya kepada wartawan.

Sekadar diketahui, sesuai pelang papan nama proyek, kontraktor pelaksana proyek penggantian jembatan ruas jalan Saketi-Malingping itu dari PT Nindya Karya (NK) dengan nomor kontrak 761/116/SPK/PJBT-SM/BBM/DPUPR/VI/2017. Sedangkan nilai anggarannya sebesar Rp 64.521.000.0000 dan penyedia konsultan supervisinya dari CV Wiguna Jaya. (DH)***


Sekilas Info

Wisatawan Serbu Pantai Sawarna dan Bageudur

MASSA libur panjang, seperti halnya libur Hari Raya Idulfitri sering dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melakukan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *