Sabtu, 17 November 2018

Percepatan Pembangunan 2017, Kontraktor Diultimatum

SERANG, (KB).- Jelang akhir 2017, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Serang mengultimatum seluruh kontraktor yang mengerjakan pembangunan jalan baik jalan Kabupaten Serang maupun jalan desa serta pembangunan jembatan. Upaya tersebut dilakukan dalam rangka percepatan pelaksanaan pembangunan 2017.

Selain itu, pihak DPUPR tidak akan memberi toleransi perpanjangan waktu jika ada yang belum selesai saat kontrak habis. Bahkan, kontraktor juga akan diputus kontrak dan di-black list jika tidak tepat waktu. “Kemarin itu, saya kumpulkan semua kontraktor, terkait percepatan pelaksanaan pembangunan 2017. Jadi, saya tekan ke kontraktor tidak akan beri toleransi perpanjangan waktu dan mereka siap akan laksanakan sesuai waktu yang ada di kontrak,” kata Kepala DPUPR Kabupaten Serang, Hatib Nawawi saat ditemui Kabar Banten di ruang kerja, Rabu (25/10/2017).

Ia mengatakan, dalam pertemuan tersebut, kontraktor menyampaikan ada kendala dalam pelaksanaan pembangunan, di antaranya banyak batching plant yang overload. “Sehingga, kemampuan batching plant dengan hanya satu, gak akan mampu menampung semua kebutuhan. Jadi, devisiasi pelaksanaan (pembangunan) akibat batching plant yang kemampuannya sudah overload,” ujarnya.

Dengan dikumpulkan para kontraktor, dia berharap, progres pembangunannya semakin baik. “Alhamdulillah progresnya banyak juga yang sudah selesai dan sebentar lagi selesai, saya masih optimistis pembangunan 100 kilo per tahun itu tercapai, kecuali yang multiyears yah, itu kan memang nyeberang tahun,” ucapnya.

Ruas jalan yang sudah selesai pembangunan, tutur dia, di antaranya Jalan Tambak-Pamarayan, Pamarayan-Jawilan. “Yang sedang proses, seperti di ruas Jalan Purwakarta-Pengarengan, yang ditambak. Para kontraktor di November ini mengejar, agar selesai 100 persen. Ada yang sudah selesai pekerjaannya, seperti Kertasana- Karang Kepuh di Bojonegara,” katanya.

Ia menuturkan, pembangunan jalan yang multiyears, di antaranya Pabuaran-Gunungsari, Petir-Cimaung, Cimaung-Panosogan. Itu sudah proses lelang. “Saya belum tahu progres lelangnya sudah sampai mana. Selain itu, ada juga tambahan lelang dari Binamarga delapan ruas di APBD Perubahan, di antaranya Mancak-Cikedung, Lontar-Kebon, itu panjangnya hanya satu kilometer masing-masing, konstruksinya beton juga. Kami beranikan, walaupun dengan hati was-was, tapi tetap ke kontraktor ditekankan jangan ubah waktu yang sudah ditentukan dikontrak,” ujarnya.

Sementara, Kepala Bidang Binamarga DPUPR Kabupaten Serang, Roni Natadipraja mengatakan, berdasarkan data dari Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Serang, peningkatan jalan dari dana alokasi umum (DAU) 14 kegiatan, realisasi fisiknya di Oktober rata-rata sudah di atas 60 persen, dan beberapa sudah 100 persen.

Peningkatan jalan dari dana alokasi khusus (DAK) dua kegiatan, yaitu Jalan Padarincang-Royak sudah 100 persen dan Jalan Baros-Petir 14,8 persen. Peningkatan jalan dari bantuan gubernur sebanyak 15 kegiatan realisasi fisiknya ada yang sudah mencapai 86,45 persen dan ada yang di bawah 10 persen. Untuk jalan desa, dia mengungkapkan, ada sebanyak 68 paket pekerjaan. (YY)***


Sekilas Info

Jika Tetap di Rp 40 Miliar, Pemkab Serang akan Mengembalikan Bankeu

SERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang tetap akan mengembalikan bantuan keuangan (Bankeu) dari provinsi jika tetap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *