Percepat Penyelesaian RTLH, Pemdes Direncanakan Wajib Bangun Satu Rumah

SERANG, (KB).- Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah berencana mewajibkan setiap pemerintah desa (pemdes) untuk membangun satu unit rumah layak huni. Hal tersebut dilakukan untuk mempercepat penyelesaian rumah tidak layak huni (RTLH/Rutilahu) di Kabupaten Serang yang jumlahnya masih mencapai 7.427 rumah.

“Untuk anggaran desa kalau infrastruktur sudah pada beres kami akan arahkan anggaran untuk RTLH. Masing-masing desa dari total 326 desa. Jadi, dititipkan di desa satu (RTLH) wajib (diperbaiki),” katanya saat peletakan batu pertama dan penyerahan kunci di Desa Pegandikan, Kecamatan Lebakwangi, Kamis (25/4/2019).

Ia menuturkan, jika itu berhasil dilakukan, maka akan cepat mengurangi jumlah rutilahu. Sebab, dalam setahun bisa menghasilkan 326 rumah dari desa. Untuk program rutilahu yang dilaksanakan Pemkab Serang ada dari berbagai sumber dana, yakni dari APBN, APBD Banten, APBD Kabupaten Serang, CSR (Corporate Social Responsibility), dan infak aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Serang.

“Kami sampai staf ada infak kolektif untuk membantu rutilahu. Karena, kami tahu PR kami masih banyak, ada 7.427 yang tersisa,” ujarnya.

Menurut dia, untuk menyelesaikannya semua bergantung pada bantuan APBN. Sebab, untuk dana dari APBD sulit untuk membaginya, karena memang masih banyak PR yang harus diselesaikan. “Mudah-mudahan kami di tahun depan bisa dapat kuota banyak, dari provinsi, kemudian APBN. Semoga ini bisa cepat selesai,” ucapnya.

Jika dalam setahun bisa menyelesaikan 1.300 rumah, maka butuh waktu yang lebih cepat untuk menuntaskannya. Untuk tahun ini, bantuan dari APBN ada sekitar 800 rumah dan APBD sekitar 500 rumah. “Kalau setahun bisa 2.000 bisa lebih bagus. Kalau APBD ke depan minimal sama dengan tahun ini,” tuturnya.

Disinggung soal adanya penambahan rutilahu, dia menjelaskan, tidak ada. Hanya saja kondisi yang dulu tidak parah kini sudah menjadi parah. “Waiting list yang parah saja ada 80 rumah itu memang sudah enggak layak. Itu yang harus dikejar tahun ini. Nah, untuk dana dari infak ASN dan CSR, itu Baznas kerjanya dengan TNI dan gotong royong dengan masyarakat,” katanya.

Ia berterima kasih kepada ASN Pemkab Serang dan TNI yang turut peduli memperbaiki rutilahu. Setiap tahun, dari infak ASN yang dihimpun melalui Baznas Kabupaten Serang, bisa memperbaiki lebih dari 50 rutilahu.

Diketahui, sejak 2016 hingga 2018, dari berbagai sumber anggaran pemerintah, infak, dan swasta, di Kabupaten Serang telah diperbaiki sebanyak 2.846 rumah tidak layak huni. Dengan perincian, 247 rumah pada 2016, 1.288 rumah pada 2017, dan 1.311 rumah pada 2018.

Sementara, Dandim 0602 Serang Letkol Inf Erwin Agung T.W.A mengatakan, untuk personel yang diturunkan menyesuaikan dari Koramil setempat. “Masing-masing Koramil ada 15 orang dan kerja sama dengan camat dan kades,” ujarnya.

Ia mengatakan, dalam satu bulan, pihaknya bisa menyelesaikan tiga unit rumah. “Kami memiliki tanggung jawab di Koramil Pontang enam rumah. Kendala pasti ada, tapi kami eliminasi dengan upaya yang ada,” tuturnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here