Minggu, 18 November 2018

Percaloan Tenaga Kerja Ditelusuri

SERANG, (KB).- Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah memastikan akan menelusuri dan melaporkan praktik percaloan tenaga kerja di wilayah industri. Tatu menduga transaksional calo tenaga kerja ini dilakukan oleh kedua belah pihak antara industri dan orang di luar industri. Namun demikian, pihaknya akan terus komunikasikan dengan pihak industri terkait kondisi tersebut.

“Jadi Dinas Tenaga Kerja (Disnakertrans Kabupaten Serang) tetap meminta diberi kuota ketika mereka (industri) perekrutan tenaga kerja. Meskipun memang industri ada saja yang jalan sendiri,” ujar Tatu, Rabu (7/11/2018).

Ketika dimintai tanggapan tentang pernyataan Gubernur Banten Wahidin Halim yang menyebutkan salah satu faktor tingginya angka pengangguran dikarenakan adanya praktik percaloan khususnya di Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang.

Baca Juga: WH Ungkap Tiga Faktor Penyebab Tingginya Pengangguran di Provinsi Banten

Tatu mengakui, Kabupaten Serang sendiri memiliki wilayah industri yang cukup luas. Sementara, penyerapan tenaga kerja dari masyarakat lokal tidak terakomodasi. Sehingga, angka pengangguran masih bertengger di posisi pertama di Banten.

Menurut dia, serapan tenaga kerja juga masih didominasi oleh masyarakat dari luar Kabupaten Serang. “Kita lihat kalau mudik kan coba dihitung jumlah busnya. Dari sana kan bisa ditebak, berarti banyak masyarakat di luar Kabupaten Serang yang direkrut,” ujarnya.

Disinggung mengenai kompetensi tenaga kerja lokal, ia menegaskan bahwa Pemkab Serang dan industri memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk mengurus kompetensi para buruh.

“Kalau pemda dengan Dinas Tenaga Kerja sudah mengadakan beberapa program pelatihan, contohnya kita sudah kerja sama dengan balai latihan kerja provinsi, ke menteri, Bekasi bahkan Bandung. Tapi ada yang sudah dilatih belum terserap juga oleh industri. Oleh karena itu, kami meminta dewan. Dengan adanya perda, nanti bisa ada kejelasan terkait aturan serapan tenaga kerja lokal,” ujarnya.

Tak ada laporan

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang, R Setiawan mengatakan, tidak pernah menerima adanya laporan praktik percaloan tenaga kerja (naker) di wilayahnya. “Bukan urusan dinas itu mah, upaya kita sudah (menangani praktik percaloan),” ujar Kepala Disnakertrans Kabupaten Serang, R Setiawan.

Dia menduga, percaloan itu dilakukan oleh oknum. Dengan demikian, pihaknya sulit untuk mencari pelakunya. “Karena itu, oknum susah nyarinya. Harusnya yang bersangkutan lapor, baru kami tindak,” katanya. Selama ini, kata dia, belum pernah menerima laporan secara langsung adanya praktik percaloan khususnya di Kibin tersebut. “Selama ini belum ada laporan, baru katanya-katanya kan,” ucapnya.

Disinggung soal masih tingginya angka pengangguran di Kabupaten Serang, Setiawan mengaku selama ini sudah melakukan upaya melalui pelatihan. “Upaya kita sudah melalui pelatihan, jadi upaya untuk mengurangi sudah. Pengangguran tidak hanya Disnakertrans, tapi OPD lain ditanya juga sampai mana,” tuturnya.

Ia mengatakan, dari pelatihan tersebut sampai saat ini sudah ada 1.000 orang yang diluluskan. Selain itu, sebanyak 2.000 orang naker pun sudah berhasil ditempatkan. “BLK di Kabupaten Serang sudah pengadaan tanahnya. Di Perkim itu,” katanya.

Kerja sama industri dan sekolah

Menurut Penjabat (Pj) Wali Kota Serang, Ade Aryanto, salah satu persoalan masih banyaknya angka pengangguran di Kota Serang karena kurikulum yang ada di SMK belum mendukung kebutuhan industri yang ada. “Lebih dominan itu kan dari SMK, sementara saat ini kurikulum di SMK belum mampu menyongsong kebutuhan industri,” ujarnya.

Dia mengharapkan, ke depan sekolah khususnya SMK mampu menyesuaikan kebutuhan industri yang ada di Kota Serang. Tujuannya, agar kebutuhan industri dan tingkat pengangguran di Kota Serang dapat tertekan. “Harus ada kerja sama juga antara industri dan sekolah agar semuanya dapat berjalan dengan baik,” ucapnya.

Selain itu, dia menuturkan, saat ini Pemkot Serang pun berupaya untuk terus memberikan pelatihan kepada masyarakat untuk menunjang keterampilannya. Pemkot juga membantu untuk membuka lapangan pekerjaan serta memberikan motivasi kepada masyarakat.

“Namun keinginan dan kemampuannya harus seimbang. Jadi jangan mengharapkan kerja kantoran saja atau industri. Tapi harus kreatif, harus bersaing di era saat ini. Pemkot lebih memotivasi untuk memberikan pelatihan, keterampilan, bantuan permodalan untuk menciptakan kemandirian,” tuturnya.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Serang mencatat angka pengangguran terbuka di Kota Serang sebesar 8,16 persen. Jumlah pengangguran terbuka tersebut tercatat per Agustus 2018.

Kepala BPS Kota Serang, Dadang Ahdiat mengatakan, untuk angka pengangguran terbuka di Kota Serang sebesar 8,16 persen. Sementara, untuk tingkat partisipasi angkatan kerja sebesar 63,03 persen. “Kalau di tahun 2017 untuk yang pengangguran terbuka ada 8,43 persen,” ucap Dadang. (DN/TM)*


Sekilas Info

Kegiatan Reses Dewan Diawasi

SERANG, (KB).- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banten menerjunkan petugas untuk mengawasi kegiatan reses, kegiatan tersebut rawan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *