Perbakin Banten Tunggu Kejuaraan Daring

Pelatih Kepala Perbakin Banten Dudung Permana (kedua dari kanan) bersama ketiga atletnya, Monica Daryanti, Aubrey, dan Rio Tcabu.*

SERANG, (KB).- Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (Perbakin) Banten sedang menunggu kepastian kejuaraan menembak secara online dari Pengurus Besar (PB) Perbakin, sebagai bentuk antisipasi wabah corona dalam masa pandemi.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Bidang Tembak Sasaran sekaligus Pelatih Kepala Cabang Olah Raga (Cabor) Penembak Banten Dudung Permana.

“Sementara ini, untuk mengisi kegiatan, kami menunggu informasi terkait pertandingan yang akan digelar oleh PB Perbakin, yaitu kegiatan kejuaraan menembak dengan cara online, walaupun ini sifatnya masih uji coba,” ucapnya, Senin (4/5/2020).

Ia mengatakan, meskipun pelaksanaan Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX Papua diundur, tetapi untuk kegiatan latihan tetap berjalan seperti biasa.

“Meskipun pelaksanaannya di tempat masing-masing atlet, tapi untuk pemantauan latihan kami tetap monitor baik secara online atau kunjungan langsung di mana atlet itu berlatih. Sambil menunggu teknis kejuaraan menembak online itu,” ujarnya kepada Kabar Banten.

Alasannya, dia mengungkapkan, ada penembak Banten yang sedang mengikuti kegiatan Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) sebanyak 5 orang dan itu tetap dilaksanakan di Senayan, sedangkan yang lolos babak kualifikasi PON hanya 3 orang, yakni Mochammad Bintang Aji Bawana (10 meter air rifle man), Agus Muryono (tembak reaksi), dan Aubrey Rasendriya Athaya Hadika (10 meter air rifle man).

“Untuk program latihan justru kami diuntungkan, karena kebetulan atlet Banten sekarang ini yang sedang pesat-pesatnya dan selalu dapat prestasi. Seperti di event-event nasional dari atlet junior, jadi dengan mundurnya pelaksanaan PON Papua kami selaku pelatih dan ketua bidang tembak sasaran sangat diuntungkan sekali. Berkesempatan dan waktu atlet untuk berlatih makin panjang, sehingga secara umum Perbakin Banten diuntungkan,” tuturnya.

Namun, disituasi pandemi ini, dia tetap berharap, cabor menembak semakin diminati oleh khalayak umum. Bukan hanya bisa dinikmati oleh kalangan elite saja.

“Lagi-lagi kami harus bersosialisasi, penembak bukan hanya untuk golongan tertentu. Memang cabor ini berbahaya, tapi syarat makna, penuh konsentrasi, dan butuh kedisiplinan tinggi,” katanya. (Azzam/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here