Peras TKSK Mandalawangi, Oknum Wartawan Online Ditangkap Polisi

PANDEGLANG, (KB).- Oknum wartawan online Sorotdesa.com WS melakukan tindak pidana pemerasan terhadap Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Mandalawangi Ucu Ridwan, di rumah korban di Desa Cikoneng, Kecamatan Mandalawangi, Senin (2/9/2019). Pemerasan tersebut dilakukan tersangka dengan meminta uang sebesar Rp 10 juta, tetapi korban hanya bisa memberikan Rp 6 juta.

Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono mengatakan, pelaku ditangkap oleh petugas Polsek Mandalawangi di kediaman korban yang selaku TKSK Mandalawangi. Sebelumnya, kata Kapolres, pelaku menerbitkan berita dugaan pungli RTLH di Mandalawangi dan mengancam akan menerbitkan berita kembali apabila tidak memberikan sejumlah uang.

”Jadi tindak pidana pemerasan ini bermula dari pemberitaan yang diterbitkan oleh media sorot desa terkait dengan TKSK Mandalawangi. Dari pemberitaan tersebut, TKSK diduga melakukan kecurangan dalam pelaksanaan program RTLH. Dari pemberitaan tersebut, dijadikan bahan untuk mengancam TKSK,” kata Kapolres Pandeglang AKBP Indra saat jumpa pers di Polres Pandeglang, Selasa (3/9/2019).

Menurut Kapolres, setelah diterbitkannya berita tersebut, pelaku mengancam korban dan meminta sejumlah uang. Apabila tidak diberikan uang, maka akan kembali diterbitkan berita yang sama di media yang sama.

”Setelah uang sebesar Rp 6 juta diserahkan dan pelaku hendak pulang dari rumah korban di Kampung Cihideung, Desa Cikoneng, Kecamatan Mandalawangi menggunakan mobil Sygra bernopol A 1154 KW, anggota Polsek Mandalawangi yang sebelumnya telah mendapat informasi dari korban, datang dan melakukan penangkapan terhadap pelaku,” katanya.

Dia mengatakan, dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai sejumlah Rp 6 juta dibungkus plastik berwarna hitam, dua buah ID card pers atas nama pelaku, satu unit handphone merek Vivo, dan satu unit R4 merek Daihatsu Sygra.

”Pelaku disangkakan pasal 368 KUHP dengan ancaman sembilan tahun hukuman penjara. Jadi sebelumnya tahun 2015, pelaku melakukan hal yang sama dan menggunakan senjata berjenis air softgun untuk mengancam korbannya,” ucapnya.

Sementara itu, tersangka WS mengatakan, dirinya melakukan tindak pidana tersebut dengan mengancam penerbitan berita. Sementara, dirinya meminta sejumlah uang dengan alasan untuk dikembalikan kepada korban kecurangan bantuan RTLH. Meski demikian, saat ditanya pengetahuan kode etik jurnalistik, pelaku tidak bisa menjawab.

”Jadi ada sembilan orang yang menjadi korban dirugikan dari bantuan RTLH, maka saya meminta sejumlah uang untuk dikembalikan kepada pihak yang dirugikan. Karena, kami mendapatkan informasi dari salah seorang warga bahwa bantuan RTLH ada potongan,” tuturnya. (Ade Taufik/IF)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here