Senin, 20 Agustus 2018

Peras Pedagang Eceran Elpiji, Empat Oknum Wartawan Dikeroyok Warga

SERANG, (KB).- Puluhan warga Kampung Sindangkasih, Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupten Serang memukuli empat oknum wartawan yang diduga melakukan pemerasan terhadap pedagang tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram (kg), Ahad (14/1/2017). Empat oknum wartawan tersebut dipukuli setelah salah satu pemilik warung melapor kepada rekannya sesama pedagang gas.

Empat oknum wartawan yang dipukuli tersebut diketahui berinisial SI (37) warga Desa Sukanegara, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, YN Putra (20) warga Desa/Kecamatan Kragilan, Serang, AN (50) warga Desa Nyompok, Kecamatan Kopo, Serang dan SA (42) warga Desa/Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Berdasarkan kartu identitasnya, keempat oknum wartawan tersebut bekerja untuk media Target Buser dan Detektif Banten.

Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin mengatakan sebelum diamuk massa  keempat oknum wartawan tersebut mendatangi pangkalan elpiji milik Astati di Lingkungan Kedaleman, Kota Cilegon. Karena Astati tidak ada keempatnya hanya ditemui oleh Apendi (28) yang merupakan pegawainya. Keempat oleh Apendi kemudian diberi uang Rp 300 ribu. “Setelah menerima uang, keempatnya kemudian pergi dan kemudian mampir ke warung milik Rosai (50) pedagang eceran elpiji,” ujar Kapolres.

Kepada Rosai, keempatnya menanyakan harga jual  elpiji 3 kg dan dijawab seharga Rp 20 ribu. Rosai selanjutnya diintimidasi keempatnya karena menjual epiji bersubsidi diatas harga pemerintah. Keempatnya kemudian menawarkan tawaran kepada Rosai mau dilanjutkan melalui pemberitaan atau diselesaikan di tempat.

Gertakan keempat oknum wartawan tersebut rupanya tidak membuat Rosai gentar. Ia menghubungi rekannya sesama pedagang gas bernama  Suherman dan mengadu diperas. Mendapat laporan tersebut, Suherman bersama puluhan warga kemudian mendatangi warung Rosai. Setelah terjadi perdebatan, keempat oknum wartawan ini semakin tersudut dan dipukuli warga yang mulai emosi.

Kepala desa setempat yang menyaksikan kejadian tersebut lantas melapor ke Polsek Kramatwatu. Mendapat laporan, petugas yang dipimpin Kanit Sabhara AKP Toto langsung mendatangi lokasi. “Setibanya di lokasi, petugas sempat kesulitan mengamankan keempatnya karena warga yang sudah ramai,” kata Kapolres.

Agar proses pengamanan terhadap keempat oknum wartawan tersebut berjalan lancar petugas sempat bernegosiasi kepada warga agar tidak main hakim sendiri. Setelah disepakati akan memproses hukum keempatnya, petugas kemudian membawa ke dalam mobil. Namun, saat akan dibawa masih ada saja warga yang tersulut emosi dan melakukan pemukulan. “Keempatnya sudah diamankan di Mapolsek Kramatwatu,” ucap Kapolres.

Untuk proses hukum terhadap keempatnya petugas Polsek Kramawatu akan menyerahkannya ke Polres Cilegon. Hal tersebut dikarenakan  karena tempat kejadian perkara (TKP) pertama berlangsung di Kota Cilegon.  “Dari hasil pemeriksaan pihaknya melimpahkan kasus tersebut ke Mapolres Cilegon sesuai dengan TKP  awal di wilayah Kota Cilegon,” tutur Kapolres. (FI)***


Sekilas Info

Meriahnya Perayaan HUT RI di Kramatwatu

SERANG, (KB).- Berbagai kegiatan dilakukan masyarakat untuk menyambut sukacitanya Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 73. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *