Perangi Covid-19, Ini Yang Dilakukan BKKBN

JAKARTA, (KB).- Sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengubah bentuk komunikasi dan mengoptimalkan peran Penyuluh KB, petugas lapangan, kader sukarelawan, serta Mobil Unit Penerangan se-Indonesia.

Kepala BKKBN, dr. Hasto Wardoyo menyampaikan bahwa penyuluhan tetap harus dilakukan ditengah kondisi Social Distancing yang dianjurkan pemerintah.

“Segala bentuk pertemuan memang tidak disarankan lagi. Karena itu untuk para penyuluh sedang disiapkan metode e-learning atau pembelajaran jarak jauh untuk meningkatkan dan memperkuat jejaring para penyuluh KB,” ujar Hasto, dalam keterangan tertulis BKKBN, Kamis (26/3/2020).

Hasto mengatakan, dampak mewabahnya Virus Corona (COVID-19) telah memengaruhi berbagai sendi kehidupan, tidak terkecuali dalam aspek kepemerintahan. Termasuk mengubah bentuk komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah. Angka kasus perkembangan wabah COVID-19 di Indonesia terus meningkat dari hari ke hari. Kondisi ini menimbulkan kepanikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Di sisi lain, peran pemerintah juga tidak boleh terhenti.

“Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Banggakencana) tetap harus dilaksanakan di tengah-tengah masyarakat dengan tetap menaati prosedur pencegahan baik bagi diri sendiri, keluarga maupun lingkungan sekitar,” ujar Hasto.

Menanggapi kondisi terkini, kata Hasto, BKKBN telah menyebarluaskan surat edaran terkait prosedur pencegahan, prosedur bekerja bagi Pegawai BKKBN termasuk prosedur bekerja bagi Penyuluh KB/PLKB yang berhadapan langsung dengan masyarakat di lini lapangan.

“Kepada Penyuluh KB/Petugas Lapangan KB dan Kader sukarelawan untuk tetap berkarya dan berkontribusi dalam “Memerangi” Wabah COVID-19,” ujarnya.

Hasto mengatakan, BKKBN memiliki tenaga lini lapangan mencapai 23.000 petugas yang bertugas secara formal sebagai Penyuluh/Petugas Lapangan KB dan BKKBN memiliki Kader sukarelawan hingga 1 juta kader. Potensi ini, kata dia, digunakan untuk bersinergi dalam “Memerangi” Wabah COVID-19 dalam bentuk promosi-promosi yang mampu mengubah perilaku masyarakat dalam pencegahan COVID-19.

“Penyuluh KB/Petugas Lapangan KB agar menggandeng kader-kader. Bentuk sebuah sistem seperti Multi Level Marketing (MLM). Saya instruksikan setiap Penyuluh KB/PLKB baik PNS dan Non PNS agar membuatkan group online sebanyak-banyaknya dengan kader dan masyarakat sebagai media untuk mengedukasi cara pencegahan terhadap COVID-19,” ujar Hasto.

Hasto mengungkapkan, BKKBN dibantu oleh lembaga non pemerintah JHCCP akan mengembangkan konten-konten yang efektif untuk digunakan para Penyuluh KB/PLKB dalam mengedukasi kader dan masyarakat. Selain melalui media daring, sosialisasi juga dapat dilakukan melalui Mobil Unit Penerangan, yang sudah diberikan kepada Perangkat Dinas KB di kabupaten/ kota se-Indonesia.

“Gunakan juga Mobil Penerangan (Mopen) untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Sinergikan dengan pihak kepolisian dan juga tenaga kesehatan untuk memberikan peringatan kepada masyarakat akan pentingnya melakukan Social Distancing,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Penyuluh KB/Petugas Lapangan KB juga dapat memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak melaksanakan kegiatan pertemuan di wilayahnya dan apabila terpaksa dilaksanakan pertemuan tetap menjaga jangkauan jarak interaksi antar individu sesuai dengan ketentuan prosedur kewaspadaan COVID-19 yaitu minimal 1 meter atau disarankan 1,8 meter juga menjalankan Aksi 8 (delapan) Fungsi Keluarga (agama, sosial budaya, cinta dan kasih sayang, perlindungan, reproduksi, pendidikan, ekonomi dan lingkungan).

“Dengan setiap keluarga melaksanakan aksi 8 (delapan) fungsi keluarga serta sesuai anjuran Presiden Joko Widodo untuk belajar dari rumah, bekerja dari rumah dan beribadah dirumah, maka diharapkan dapat meminimalisir penyebaran Covid-19 atau khususnya di dalam unit terkecil masyarakat yakni keluarga,” pungkas Hasto. (KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here