Peran Beda Manfaat Sama

Oleh: Nasuha Abu Bakar, MA

Rabu 23 Oktober 2019 jam 8.00 Pengajian Ulama dan Umara tingkat Provinsi Banten yang mendapatkan giliran menjadi tuan rumah adalah pemerintah Kota Tangerang Selatan. Menurut penuturan pak ustadz Dzul Birri, Pengajian Ulama dan Umara merupakan pengajian yang sangat bergengsi bilamana dipandang dari sisi yang datang di dalam majlis itu. Bagaimana tidak disebut pengajian tidak bergengsi yang datang para penggede penggede, yang menghadiri pejabat pejabat dari Provinsi seperti gubernur, wakil gubernur, atau sekretaris daerah tingkat provinsi.

Belum lagi pejabat tingkat kota dan kabupaten. Biasanya pak camat, pak lurah atau kepala desa dan perangkat perangkat lainnya yang terkait selalu hadir dan datang. Sebab bilamana tidak terlihat hadir baik pejabatnya langsung atau yang mewakili nya sering dianggap kurang kooperatif atau tidak sama sekali. Hal ini sangat merugikan bagi yang bersangkutan, apakah rugi secara kariernya atau tidak ada catatan nya di alam malakuuut.

Dari kalangan ulama sudah barang tentu bahwa pengajian Ulama dan Umara menjadi washilah, atau jalan untuk menyampaikan pesan pesan agama, menanamkan nilai nilai kitab suci Al-Qur’an, menaburkan kecintaan kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa aalihi wasallama kepada masyarakat dan umat Islam merupakan peluang yang sangat mahal.

Kesempatan emas seperti ini merupakan kesempatan yang belum tentu ada di masjid masjid atau tempat tempat lainnya. Sepertinya Ketua Umum MUI Provinsi Banten tidak mengharapkan kehilangan momentum untuk selalu turut hadir dalam kegiatan yang sangat mulia ini.

Para peserta Pengajian yang datang pun beraneka ragam baik dilihat dari aspek pendidikan, kelompok sosial atau organisasi kemasyarakatan. Dari sisi pendidikan tentu saja ada yang memiliki standar pendidikan tinggi karena yang datang dari mulai tingkat Gubernur, wakil gubernur, sekretaris daerahnya, Bupati dan Walikota, penjabat pejabat tinggi nlainnya sampai ke tingkat lurah.

Sebagian ysng menghadiri itu dari kalangan aparatur negara atau dengan istilah lainnya golongan ASN (Amalane Senenge Nulis). Selain para ASN ada kelompok para Penyuluh agama baik yang PNS atau non PNS, dan hadir pula para tokoh masyarakat lainnya.

Pak ustadz Dzul Birri memberikan dan memberikan ibarat tentang pengajian Ulama dan Umara diibaratkan seperti setir dan gas yang terdapat pada kendaraan roda empat. Setir perumpamaan untuk ulama, sedangkan umara diibaratkan seperti gas. Sedangkan remnya adalah peraturan dan perundang undangan yang telah menjadi peraturan negara agar dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya.

Setiap kendaraan dapat melaju dengan sangat cepat suka suka orang yang menginjak tuas gasnya. Walaupun demikian ada angka kecepatan maksimum yang dapat dilihat oleh setiap orang yang mengendarai nya, artinya siapapun yang membawa kendaraan akan mengukur kecepatan laju kendaraan yang digunakan nya.

Sedangkan Ulama ibarat setirnya, setir kendaraan harus berfungsi sebagaimana mestinya, tidak akan sampai ke tempat tujuan dengan aman, nyaman serta selamat manakala setirnya tidak bisa berfungsi. Tancap gas dengan kecepatan tinggi bukannya cepat sampai ke tempat tujuan bila setir tidak berfungsi bahkan yang akan dialami oleh seluruh penumpang adalah musibah, karena bisa saja kendaraan nya masuk jurang, menabrak pohon, trotoar atau bertabrakan dengan kendaraan lainnya.

Disinilah pentingnya setir yang bagus, ringan enak berfungsi sesuai kegunaan nya. Undang undang dan peraturan diibaratkan seperti rem yang dapat mencegah dari berbagai macam ancaman, bahaya, melindungi kendaraan dari jurang, bertabrakan atau musibah lainnya.

Nah…. tanah Nusantara ini ibarat unit kendaraan yang bagus, mewah segalanya serba ada, toilet lengkap airnya cukup, bebuahan apa saja ada, ikan lauk pauk, ikan segar banyak, nasi beras putih beras merah beras ketan ada. Alhamdulillah… Allah memberikan amanah tanah Nusantara kepada kita, sepertinya Allah sedang memberikan kesempatan kepada kita semua agar dapat sampai ke terminal akhirat dengan nyaman, aman dan selamat tanpa hambatan.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here