Jumat, 22 Juni 2018

Perampok Sadis Didor Polisi

TANGERANG, (KB).- JN, residivis kambuhan spesialis perampok toko emas di wilayah Tangerang dan Jakarta berjalan tertatih-tatih setelah kaki kanannya dihadiahi timah panas oleh tim Resimen Mobil (Resmob) Satreskrim Polresta Tangerang. Pria berkulit putih dengan perawakan kurus itu ditangkap di kontrakannya di daerah Teluk Gong, Kelurahan Penjagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara akhir Februari 2018.

JN beserta lima tersangka lainnya diduga adalah pelaku perampokan sadis terhadap Habudin, pedagang logam mulia (emas). Dalam peristiwa yang terjadi Rabu (3/1/2018) itu, korban dirampok oleh tersangka di Jalan Putih, Kampung Gabus III, RT 03/01, Desa Kedung, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang.

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Sabilul Alif kepada awak media saat ungkap kasus tersebut di Mapolresta Tangerang, Selasa (6/3/2018), mengatakan, tersangka bersama kawanannya terbilang sadis saat melakukan aksi perampokan itu. Sebab, selain membawa lari emas 24 karat seberat dua kilogram dan uang sebesar Rp 40 juta, korban juga turut dibacok kepalanya dan ditembak menggunakan air softgun. “Setelah berhasil melukai korban, para tersangka kemudian melarikan diri ke daerah Jakarta,” ujarnya.

Sabilul mengatakan, cukup lega atas terungkapnya kasus tersebut karena disinyalir kasus serupa yang pernah terjadi di wilayah hukum Polresta Tangerang, seperti di Pasar Kemis beberapa waktu yang lalu. Hal itu disinyalir dilakukan oleh kelompok yang sama, karena modusnya serupa. “Kami masih mengejar empat tersangka lainnya, sementara seorang tersangka, SA alias IP sudah diamankan oleh Polsek Penjaringan, Jakarta Utara untuk kasus yang sama,” tuturnya.

Keempat tersangka itu, yakni HE alias CA, GE, JE, SA. Sementara JN, mengaku hanya menerima uang sebesar Rp 500.000 dari aksi kejahatannya tersebut. Bahkan pria yang tercatat sebagai warga Kecamatan Kresek itu tampak tidak merasa berdosa atas perbuatan yang telah dilakukannya.

Ketika ditanya Kapolres untuk menceritakan perannya saat perampokan itu, JN mengaku sudah mendapatkan petunjuk terkait korban yang akan dirampoknya. JN beserta lima pelaku lainnya berangkat dari Jakarta mengendarai sepeda motor. Mereka sudah mengintai korban sejak keluar dari rumahnya.

“Saya tarik tasnya, kemudian saya bacok kepalanya, kemudian teman saya menembak (korban),” ucapnya. Setelah korbannya lumpuh, kata JN, ia mengambil sepeda motor serta tas yang berisi uang dan emas seberat dua kilogram itu. Atas perbuatannya, JN akan dijerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. (DA)***


Sekilas Info

Oknum BNN Peras dan Pukuli Warga Sepatan

TANGERANG, (KB).- Oknum Badan Narkotika Nasional (BNN) mengaku-ngaku sebagai polisi dan memanfaatkan profesi fiktif tersebut, untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *