Minggu, 24 Juni 2018
Safiah (45) membereskan ikan pindang hasil olahannya untuk dijual.*

Perajin Ikan Pindang Terkendala Modal

Sejumlah perajin ikan pindang di Kabupaten Lebak mengaku kesulitan untuk mengembangkan usahanya. Kesulitan yang dihadapi yaitu akibat keterbatasan modal yang mereka miliki dan juga sulitnya mencari bahan baku ikan.

”Selama ini, ikan bahan baku pindang didapatkan dari daerah Jakarta. Karena di Lebak sendiri ikan bahan baku pindang sangat susah didapat. Kalaupun ada kualitas ikannya jelek,” kata salah seorang perajin ikan warga Kampung Salahaur, Kelurahan Cijoro Lebak, Kecamatan Rangkasbitung, Sarifah (45), Rabu (14/2/2018).

Menurut dia, para perajin ikan pindang tidak ada yang berani memproduksi pindang dalam jumlah banyak. Sebab, peralatan untuk proses pengolahannya dan penyimpanan ikan yang dimiliki belum memadai. Idealnya, untuk mendukung agar produksi pengolahan ikan pindang bisa lebih banyak, maka harus tersedia tempat pendingin penyimpanan ikan segar (cooler box) dengan kapasitas yang cukup banyak.

”Kadang bingung juga kalau mau beli ikan banyak, susah nyimpennya. Coler box yang saya punya saja kapasitasnya hanya sedikit. Jadi setiap hari jumlah ikan pindang yang diproduksi tidak maksimal,” ujarnya. Selain terbatas peralatan, kata dia, para perajin ikan pindang juga banyak yang terbentur masalah permodalan.

Kondisi seperti itu tentu akan sangat menyulitkan para perajin ikan pindang seperti dirinya untuk mengembangkan usahanya. Padahal, permintaan ikan pindang di pasaran sejauh ini cukup tinggi.
”Sejak puluhan tahun usaha ini saya geluti. Hasilnya, ya hanya cukup untuk menutupi kebutuhan keluarga saja,” ucapnya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap pemerintah melalui dinas terkait bisa membantu masalah permodalan yang dihadapi para perajin ikan pindang seperti dirinya. Jika tidak, pelaku usaha mikro seperti dirinya sulit berkembang, bahkan bisa gulung tikar. ”Kami harap pemerintah bisa membantu memberikan kemudahan untuk modal usaha,” tuturnya.

Terkait persoalan tersebut, Kepala Dinas Koperasi Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Lebak, Babay Imroni mengatakan, pihaknya sejauh ini hanya sebatas membantu para pelaku usaha kecil melalui kelembagaan serta izin dari usaha mikro, tidak mengenai pembinaan dan penyertaan modalnya. ”Kita hanya membantu kelembagaannya saja. Mengenai pembinaan dan penyertaan modal, itu bukan kewenangan kami,” katanya. (Galuh Malpiana)***


Sekilas Info

Berburu Uang Receh untuk Lebaran

MEMBERIKAN sedekah uang persenan (angpau) untuk kerabat, teman dan tetangga seakan sudah menjadi tradisi saat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *