Penyesuaian Tarif Tol, Astra Tol Tangerang Merak Tingkatkan Pelayanan

Foto Udara, Suasana Gerbang Tol Cikupa, Tangerang.

TANGERANG, (KB).- Astra Tol Tangerang Merak terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pelayanan. Di antaranya pembangunan dan pengoperasian Gerbang Tol Cikande, pembangunan dan pengoperasian lajur ke-4 ruas Bitung-Cikupa-Balaraja Barat, pengoperasian lajur ke-3 ruas Balaraja Barat-Cikande dan akan diteruskan dengan pembangunan pelebaran lajur sampai dengan Cilegon secara bertahap.

Hal tersebut disampaikan Presiden Direktur PT Marga Mandalasakti, Krist Ade Sudiyono, dalam kegiatan sosialisasi penyesuaian tarif tol ruas Cikupa Merak, di salah satu resto di Karawaci, Tangerang, Rabu (12/2/2020).

Selain itu, kata dia, Astra Tol Tangerang Merak telah melakukan penyempurnaan Simpang Susun Cikupa, dengan menambahkan akses on-ramp masuk ke Merak dan off-ramp keluar ke Pasar Kemis, melakukan pembangunan Simpang Susun Balaraja Timur, revitalisasi jalan akses di Serang Timur, Serang Barat, Cilegon Timur dan Cilegon Barat.

“Astra Tol Tangerang Merak juga melakukan pelapisan ulang aspal atau overlay dan pemeliharaan baik jalan maupun jembatan serta peningkatan manajemen trafik melalui penambahan titik kamera pantau berbasis surveillance system dan menuju layanan berbasis nir sentuh (free flow system),” ujar Krist.

Baca Juga : 12 Februari 2020, Tol Tangerang Merak Berlakukan Penyesuaian Tarif

Seperti diketahui, Astra Tol Tangerang-Merak telah melakukan penyesuaian tarif ruas tol Cikupa-Merak pada 12 Februari 2020, mulai pukul 00.00 WIB.

“Penyesuaian tarif ini memberikan ruang kepada Astra Tol Tangerang Merak untuk terus melakukan upaya peningkatan layanan,” ujar Krist.

Ia menyampaikan bahwa yang melatarbelakangi penyesuaian tarif tol tersebut di antaranya pembangunan infrastruktur Indonesia memerlukan sinergitas semua unsur anak bangsa, kebutuhan infrastruktur yang tinggi, anggaran negara yang terbatas, dan partisipasi swasta.

“Salah satu model partisipasi swasta di penyediaan infrastruktur publik adalah model Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), dan secara khusus di sektor jalan tol dituangkan dalam model konsesi dan perjanjian pengusahaan jalan tol,” ujar Krist.

Presiden Direktur PT Marga Mandala Sakti, Krist Ade Sudiyono saat memberikan keterangan pers terkait penyesuaian tarif tol dan peningkatan pelayanan Astra Tol Tangerang Merak kepada awak media, di salah satu restoran di Karawaci, Tangerang, Rabu (12/2/2020).*

Ia mengatakan, untuk menarik dan memberi kepastian usaha melalui pengembalian investasi dan tingkat keuntungan yang wajar bagi para investor jalan tol, setiap 2 tahun sekali dilakukan penyesuaian tarif tol berdasarkan tarif lama yang disesuaikan dengan inflasi.

“Penyesuaian tarif ini untuk memenuhi kelayakan investasi yang diperjanjikan dan melakukan pemeliharaan dalam upaya memberikan layanan optimal. Ini adalah kegiatan rutin yang akan berlangsung setiap dua tahun,” ujar Krist.

Jalan tol Tangerang-Merak sepanjang 72,45 km yang dikelola oleh ASTRA Tol Tangerang-Merak, kata dia, mengunakan 2 sistem operasi. Pertama, Sistem Integrasi Terbuka Jaringan Tol Jakarta-Tangerang dan Segmen Simpang Susun Tomang-Tangerang Barat-Cikupa.

“Sistem ini telah disesuaikan tarifnya pada tanggal 2 November 2019, sesuai KepMen PUPR no 874/KPTS/M/2019, tanggal 20 September 2019 dimana tarif untuk Gol 1 sebesar Rp7500, Gol 2 & 3 Rp11.500, Gol 4 & 5 Rp15.000. Sebelumnya tarif Gol 1 sebesar  Rp7.000, Gol 2 Rp9.500, Gol 3 Rp12.000, Gol 4 Rp16.000 dan Gol 5 Rp20.000 sudah berjalan sejak 9 April 2017,” ujarnya.

Kemudian, Sistem tertutup, untuk Segmen Cikupa-Merak. Sistem ini, Sesuai KepMen PUPR No 20/KPTS/M/2020 tanggal 4 Februari 2020 tentang penyesuaian tarif tol per kilometer dan diberlakukan tanggal 12 Februari 2020 pukul 00.00 WIB, dengan rincian tarif untuk Gol 1 Rp611 menjadi Rp655, Gol 2 dari Rp848 menjadi Rp1.028, Gol 3 dari Rp1.007 menjadi Rp1.028, Gol 4 dari Rp1.325 menjadi Rp1.329, dan Gol 5 dari Rp1.596 menjadi Rp1.329 per kilo meter.

“Penyesuai tarif ini dilakukan terakhir kali pada tanggal 21 November 2017 berdasarkan KepMen PUPR No 896/KPTS/M/2017 tanggal 13 November 2017,” ujar Krist.

Reklasifikasi Golongan dan Rasionalisasi Tarif Tol

Penyesuaian tarif tol kali ini, kata Krist, juga dilakukan dengan melakulan penyederhanaan klasifikasi golongan tarif dari 5 golongan tarif menjadi 3 golongan tarif. Hal ini merupakan kontribusi pelaku usaha jalan tol untuk meningkatkan kompetisi nasional (national competitiveness) khususnya melalui penurunan biaya logistik.

“Tarif golongan kendaraan logistik dengan sumbu roda yang semakin banyak justru mengalami penurunan. Upaya ini juga dimaksudkan untuk memberi insentif kepada pelaku logistik dalam menyesuaikan kendaraannya supaya tidak mengalami kelebihan muatan kendaraan dan kelebihan dimensi atau overload overdimension (ODOL), yang umumnya banyak terjadi pada kendaraan golongan 2 dan 3,” ujar Krist.

Sementara itu, Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Unsur Pemerintah Wakil dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Agita Widjajanto menyampaikan bahwa keberadaan jalan tol mempengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah sekitar jalan tol.

“Pembangunan infrastruktur di Indonesia perlu mendapat dukungan semua pihak dan pihak swasta dalam hal ini menjalankan perannya untuk membantu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui penyesuaian tarif, dapat menjamin keberlangsungan investasi untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Agita. (KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here