Sabtu, 26 Mei 2018

Penyerangan Polsek Bayah Dipicu Oknum Anggota LSM

LEBAK, (KB).- Seorang oknum anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), berinisial HE (30), diciduk aparat gabungan dari Polres Lebak dan Polda Banten, Senin (14/5/2018). Warga Kampung Cipunaga Desa RT 03 RW 04 Desa/Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak tersebut, merupakan satu dari empat orang oknum anggota LSM yang mengaku anggota Polsek Bayah dan memicu penyerangan dan perusakan gedung Mapolsek Bayah.

Sedangkan tiga orang oknum LSM lainnya berinisial Th, Sd alias Jl dan Ad, masih dalam pengejaran aparat gabungan polisi. Selain itu, polisi juga berhasil mengamankan satu unit mobil Daihatsu Xenia warna hitam ber Nopol B 1539 PKL, handphone milik korban Bubun merek Polytron Model PL 4MG.

“Seorang diduga sebagai pemicu kerusuhan di Bayah sudah berhasil diamankan. Sementara yang lainnya masih dilakukan pengejaran oleh tim gabungan dari Polres Lebak dan Polda Banten,” kata seorang anggota Polres Lebak yang enggan ditulis namanya kepada wartawan, Senin (14/5/2018).

Kapolres Lebak, AKBP Dani Arianto yang dikonfirmasi sejumlah wartawan tidak membantah adanya penangkapan seorang tersangka pemicu kerusuhan di Bayah. Para oknum LSM itu mengaku sebagai anggota polisi saat menculik bos benih lobster (benur), H. Anwar dan anak buahnya, Bubun.

Mereka juga menabrak seorang nelayan saat akan membawa keduanya menggunakan mobil Daihatsu Xenia. “Betul, baru satu orang yang sudah kami tangkap dan besok pagi (hari ini), kami akan gelar jumpa pers,” ujar Kapolres.

Tiga dibebaskan

Sementara itu, tiga dari enam belas warga yang diduga penyerangan Mapolsek Bayah, Kabupaten Lebak, dibebaskan, Ahad (13/5/2018) sekitar pukul 08.00. Dua di antaranya Asep Setiawan Alias Spink (50) warga Kampung Jogjogan Sindang Sari Desa Darmasari Kecamatan Bayah, Endi warga Bayah.

“Saya sekarang ada di rumah. Alhamdulillah setelah diperiksa akhirnya saya dinyatakan tidak bersalah,” ujar Asep Setiswan alias Spink kepada Kabar Banten melalui sambungan telepon genggamnya.

Spink menceritakan, dirinya diamankan karena terekam Closed Circuit Television (CCTV) yang terpasang di Mapolsek Bayah. “Memang sebelum aksi penyerangan dan perusakan, saya sedang berada di Mapolsek. Seperti biasa saya main aja kang. Selang sekitar 10 menit, tiba-tiba datang sejumlah massa. Saat itu juga, sebenarnya saya berniat pulang. Namun karena terhalang oleh massa, saya mencari jalan lain untuk pulang,” ucapnya.

Dia berhasil keluar mapolsek melalui belakang, melewati rumah dinas Kapolsek Bayah. “Saat melewati jalan itu, motor terpaksa saya gotong. Karena itulah, saya dianggap membawa motor yang ada di Polsek Bayah dan akhirnya digelandang ke Mapolda Banten. Saya ditangkap di rumah sekitar pukul 03.30 WIB, istri saya sempat shock karena ada sejumlah petugas yang membawa saya. Namun saya merasa lega karena akhirnya saya dibebaskan dan bisa pulang lagi ke rumah,” tuturnya.

Secara terpisah, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kecamatan Bayah, Latief Wimboaji mengatakan, untuk sementara ini ada tiga orang nelayan yang sebelumnya diamankan aparat kepolisian telah dipulangkan. Sebab, dalam pemeriksaan dinyatakan tidak terlibat baik sebagai provokator maupun pelaku perusakan. “Alhamdulillah kang, tiga di antaranya sudah kembali. Dua di antaranya, Asep Setiawan alias Spink dan Andi keduanya warga Bayah,” kata Latief. (DH)*


Sekilas Info

Warga Keluhkan Kerusakan Jalan

LEBAK, (KB).- Masyarakat di Desa Pasir Kupa, Kecamatan Kalanganyar, mengeluhkan kerusakan parah yang terjadi pada badan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *