Penyerangan Menko Polhukam, Presiden Bantu Tiga Korban Penusukan

Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lustrianto Amstono.*

PANDEGLANG, (KB).- Presiden Jokowi melalui staf Kepresidenan telah memberikan bantuan kepada tiga korban yang terkena penusukan bersama Menko Polhukam oleh dua pelaku radikalisme yang terjadi di Menes beberapa waktu lalu.

Ketiga korban tersebut yakni pengurus Mathlaul Anwar, Fuad Sauqi, Kapolsek Menes Kompol Daryanto dan ajudan Danrem 064 MY Banten. Keterangan tersebut disampaikan oleh Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono yang mengaku menerima laporan dari staf kepresidenan.

“Iya, Presiden Jokowi melalui Staf Kepresidenan telah memberikan bantuan kepada tiga korban, Fuad Sauqi, termasuk ajudan Danrem dan Kapolsek Menes. Bantuan itu diserahkan Presiden kemarin malam,” kata Kapolres Indra Lutrianto Amstono kepada Kabar Banten, Senin (14/10/2019).

Menurut Kapolres, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan semua personel polisi memberikan keamanan di kediaman Fuad Sauqi. Namun, Kapolres enggan menyebutkan berapa personel yang ditempatkan untuk menjaga keamanan rumah Sauqi.

“Di rumah korban tetap kita lakukan pengamanan, mungkin tidak bisa kami sebutkan, tapi ada pengamanan,” katanya.

Baca Juga : Wiranto Ditusuk Orang tak Dikenal

Sementara pascainsiden penyerangan Menko Polhukam, kepolisian, pemerintah daerah dan TNI sepakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap rumah-rumah kontrakan dan kos-kosan yang diisi oleh warga luar Pandeglang.

“Kami sudah berkoordinasi dengan ibu bupati, rencananya ibu bupati akan mengumpulkan para camat untuk pengecekan rumah kos-kosan yang dikontrak oleh warga luar Pandeglang,” tuturnya.

Kapolres menegaskan, pengamanan di rumah kontrakan bekas tersangka terus dilakukan hingga situasi benar-benar aman dan kondusif. “Sampai situasi betul-betul kondusif karena barang bukti yang terdapat di rumah itu masih kami dalami,” katanya.

Kapolres menuturkan, jumlah personel yang disiagakan di wilayah Kecamatan Menes sebanyak 100 orang yang terdiri dari personel Polres Pandeglang dan Polsek Menes.

Sementara itu, Nana salah seorang warga sekitar rumah kontrakan yang dihuni tersangka mengatakan, dirinya tidak begitu memperhatikan lebih lebih dekat aktivitas keseharian tersangka sebelum kejadian. Namun sepengetahuannya, tersangka berjualan pulsa di rumah kontrakan.

“Saya berinteraksi dengan tersangka hanya ketika beli pulsa. Kalau untuk tersangka perempuanya, saya tidak kenal. Tersangka yang laki-laki di sini biasa dipanggil dengan nama Abi,” ujarnya. (Ade Taufik/EM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here